NAIK STATUS DARI TIPE C KE TIPE B , RSUD CHASAN BOSOERI HARUS PENUHI KELAYAKAN GEDUNG DAN PERALATAN

Ternate, (MR) – Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Chasan Bosoery Ternate yang kini telah berstatus sebagai Rumah Sakit RS tipe B dari sisi gedung dan peralatannya harus menyesuaikan dengan kelas atau tipe RS . Olehnya itu pembangunan sarana gwdung saat ini terus ditingkatkan mengingat spesifikasi sarana gedung sebelumnta adalah tidak lagi representatif atau termasuk spesifikasi tipe C .

Diwawancarai awak Mediarakyatnews.com , direktur RSUD Chasan Bosoery Ternate , dr Samsul Bahri Idris menjelaskan peningkatan status RSUD dari tipe C ke B ini sesuai regulasi Kemenkes RI makanya bukan hanya gedungnya saja yang harus dibangun baru mengingat gedung lama spesifikasinya tipe C tapi juga dari segi peralatannya harus berubah .

“Selain gedung , peralatan yang kita miliki itu harus sesuai dengan standar idealnya RS tipe B , jadi bukan lagi seperti tipe C . Ini karena sesuai aturan Kemenkes disatu sisi peningkatan gedung dan peralatan ini dalam rangka untuk memenuhi aspek pelayanan dan kebutuhan masyarakat pasien ” jelas Samsul .

Saat ini pula ditahun anggaran 2021 dilaksanakan pembangunan prasarana pendukung berupa pembangunan gedung kamar operasi berkontruksi lantai 3 , nilai anggaranya Rp , 31.000.000.000 bersumber dari dana APBN. Pembabgunan gedung kamar operasi ini direncanakan vinishingnya pada bulan desember 2021 .

Menurut Samsul nilai anggaran tersebut hanya diperioritaskan untuk item gedung saja .Sementara ditahun 2022 baru dianggarkan untuk peralatannya . Lanjut Samsul pihaknya tidak bisa membuat perencanaan dengan mengalokasikan anggaran gedung bersamaan dengan anggaran peralatan . Alasannya untuk peralatan itu prosesnya cepat , yang jadi masalah ketika peralatannya didatangkan sementara gedungnya belum siap maka pasti keruwetan keruwetan masalah . Olehnya itu idealnya gedung harus disiapkan dulu baru menyusul peralatannya .

Samsul juga menambahkan pembangunan gedung kamar operasi ini lantai 3 diperuntukan untuk kamar operasi dengan kapasitas 8 kamar , lantai 2 untuk ruangan ICCU bagi pasien gawat non jantung dan pasien gangguan jantung . Sedangkan untuk lantai 1 dipakai untuk laboratorium dan rongsen .

Peningkatan fasilitas peralatan yang representatif dan moderen untuk Chasan Bosoery menurut Samsul sudah sama dengan RS Wahidin di Makasar dan RS Kandow dan RS Siloam di Manado . ” Untuk Lab.misalnya itu harus berstandar BSL2 artinya harus memenuhi persyaratan dari sisi alat dan gedung . Contoh kasus covid saat ini Labnya kita sudah memenuhi BSL2 dimana penanganan PCR , Labnya sudah dibikin sesuai BSL2 tapi gedungnya masih menggunakan gedung lama ” tandas Samsul .

Direncanakan tahun depan akan ada penambahan satu gedung baru berkontruksi 4 lantai untuk pasien non bedah dengan unit pelayanan penyakit dalam , saraf , kulit , paru paru dan rehab medis . KOKO ATENG MRC

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.