Prabumulih,(MR)
PENOLAKAN tentang aktivitas kendaraan mobil angkutan batu bara yang berlalu lalang melintasi Kota Prabumulih, memang tengah digembur-gemburkan, baik dari masyarakat maupun dari kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Penolakan yang dilakukan oleh masyarakat tak hanya sebatas omelan dari mulut ke mulut saja, namun juga di lakukan dengan mengadakan aksi yang di monitori oleh sejumlah LSM yang cukup ternama di Kota Prabumulih, seperti halnya yang terjadi belum lama ini, aksi yang di lakukan sejumlah masyarakat yang di monitori oleh sejumlah tersebut mengadakan arak-arakan yang di sertai orasi dan penyetopan bagi mobil jasa angkutan batu bara.
Menurut pantauan langsung media rakyat dilapangan, berjalannya orasi tersebut boleh dikatakan sukses, nampak tidak ada satupun mobil batu bara melintas di jalan baik jalan jendral sudirman maupun jalan lingkar kota Prabumulih.
Masih dari pantauan, terlihat ratusan warga berjemur menunggu yang berusaha mencegat jikalau adanya mobil angkutan batu bara baik dari Kabupaten Lahat maupun dari Kabupeten Muara Enim. Aksi tersebut juga melibatkan oknum anggota DPRD Prabumulih dari berbagai partai, dalam orasinya sejumlah anggota dewan tersebut mengungkapkan bahwa mereka mendukung penuh tentang penolakan masyarakat tersebut.
Erwansyah Wakil Ketua DPRD Prabumulih dalam orasi-nya mengumandangkan bahwa dirinya sangat mendukung aksi tersebut, dan ia menyayang kan tentang lemahnya pemerintah Prabumulih dalam menangani kasus yang yang berlarut tersebut, selain itu Erwansyah juga mengatakan dirinya Pribadi menolak dan akan bersama rakyat dalam menyingkapi hal ini, dikatakan Erwansyah “Saya berani dan bertanggung jawab atas kehadiran saya di sini, dan saya akan berusaha mengajak DPRD prabumulih untuk bersama memperjuangkan hal ini baik di Provinsi maupun pusat”.
Terpisah, masih dari pantauan langsung Media Rakyat di lapangan hingga minggu (07/05) kemarin, terlihat ratusan mobil jasa angkutan Batu Bara beroperasi kembali setelah sempat tertunda satu hari dengan adanya unjuk rasa besar-besaran yang digelar masyarakat, yang ironis sekali ratusan truk tersebut berdesakan di jalan jendral sudirman dan tampak antri di depan pasar layaknya bus antri saat akan meamasuki kapal karena padatnya arus lalu lintas.
Sebelumnya, berdasarkan pantauan, setelah mengadakan aksi besar-besaran sejumlah LSM tersebut mengadakan audiensi dengan Pemerintahan Kota Prabumuliih, dalam komitmennya sejumlah LSM tersebut meminta kepada pihak pemerintah Prabumulih untuk dapat mengambil tindakan tegas tentang mobil jasa angkutan batu bara, selain itu salah satu koordinator dari LSM gabungan tersebut Abi Samran yang bertempat di ruang rapat Pemkot Prabumulih menuding bahwa dinas perhubungan kota prabumulih melalui oknum tertentu yang memakai baju dinas perhubungan sering memalak di jalan dengan meminta uang kepada sejumlah supir truk.
Menurut Joni (nama di samarkan) yang warga asli Prabumulih, menyingkapi polemik yang tengah terjadi tersebut, mengtakan, bahwa dirinya selaku warga Prabumulih sangat menyayangkan tentang truk batu bara tersebut, menurutnya seharusnya dalam hal ini pemerintah dan masyarakat dapat bahu membahu demi kemajuan Kota ini, yang bukan hanya bisa memanfaatkan situasi untuk kepentingan kelompok ataupun pribadi. >>Alex/ Tita
