Bintuni ,(MR)
Salah seorang pedagang di pondok jualan Dorsira Iba (38) warga kampung Atibo Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat mengatakan kepada wartawan media ini saat di tanyai, ” saya sudah jualan di tempat ini, sudah ada 4 bulan bersama-sama mama-mama lainnya yang semuanya adalah warga kampung Atibo ” ujarnya, Kamis (12/7).
Dilanjutnya , kita punya jualan ini ada kasbi (singkong_red), pepaya, sirsak, pisang, daun kasbi masih ada yang lain, tergantung dari hasil panen dari ladang sana yang di ucapkannya dengan dialeg Papua,
” kalau ada musim durian, kitong (kita_red) jual rambutan juga, pokoknya tagantong dari ladang sana ” ucapnya.
Dorsira Iba juga mengatakan harga jual hasil ladang saat itu, ” kasbi Rp.20.000/tumpuk, pisang ada yang Rp.10.000 dan ada juga yang Rp.15.000/sisir, sirsak Rp.5.000/biji, pepaya Rp.5.000/biji dengan daun kasbi Rp.5.000 satu ikat” terangnya.
Saat di tanyai siapa saja yang membeli, kata Dorsira, ” pembeli ada yang dari SP (satuan pemukiman) tapi kita lebih berharap dari bapa-bapa atau ibu-ibu yang kerja di Kantor Bupati Teluk Bintuni itu saja ”
Pantauan media ini, setiap kendaraan yang lewat mama-mama berteriak ” bos buka kacakah, beli kita punya jualankah ” teriak mereka. (Haiser Situmorang)
