Aziz Syamsudin, “Tawarkan Perahu”
Natuna, (MR)
Sudah tidak dipungkiri lagi, Mulai dari Presiden, Ketua MPR, Ketua MA, Kapolri, Ketua DPR-RI, Kajagung, serta beberapa Pejabat besar dari Senayan, telah menginjakkan kaki, dibumi dijuluki Laut Sakti Rantau Bertuah. Kabupaten yang jauh diujung utara ini, memang sangat berbeda dengan Kabupaten lainnya. Selain Kaya akan potensi alam, seperti Minyak dan Gas, hasil lautnya juga sangat berlimpah. Bermacam-macam jenis ikan mahal ada didalamnya bahkan tempat wisatanya masih Perawan. Celakanya meski banyak pejabat Pusat hijarah di Natuna, namun para pelaku ilegal fishing, berbondong-bondong mencuri ikan di Laut Natuna.
Padahal, dari kunjungan para petinggi Pusat ini, sudah seharusnya Kabupaten Natuna punya kelebihan khusus dari pada daerah lain, sebab setiap tahun Kabupaten Natuna menyumbangkan hasil Migas triliunan rupiah untuk Pusat. Sayangnya, hasil untuk daerah sangat minim, bahkan pencairan dana Pusat kadang bertele-tele. Akibatnya segala pembangunan terhambat. Meski merupakan Daerah penghasil Migas, namun Kita tidak perlu heran karena pembangunan di Natuna sangat kecil. Tidak sesuai dengan nama yang disandangnya sebagai Daerah penghasil Migas. Lalu timbul pertanyaan siapa yang salah, dan untuk apa para Pejabat Pusat ini berkunjung, kalau toh hanya merepotkan daerah?.
Baru-baru ini, Ketua Komisi III DPR-RI bersama rombongan berkunjung ke Natuna. Kedatangan wakil senayan ditenggarai untuk melihat langsung situasi dan kondisi Kabupaten di ujung Utara ini. Dengan membawa pasukan lengk ap, Aziz Syamsudin berharap adanya perubahan dan manfaat bagi Natuna setelah kunjungan ini. Tapi sayang, kedatangan Rombongan ini, kemungkinan besar ‘tak jauh beda’ dengan kunjungan para pejabat terdahulu. Hanya dapat memberi angin segar serta harapan kosong saja. Hal ini menuai kritikan, sebab mereka datang, hanya mampu mengunjungi Pulau senoa, yang nota bene, bisa ditempuh selama 30 menit naik pompong. Kenapa tidak pergi kepulau Sekatung atau Subi, ucap salah satu warga.
Namun hal itu dibantah langsung oleh Aziz Syamsudin. Dirinya mengatakan, kedatangan kali ini untuk memastikan dan melihat langsung kondisi Pulau terluar diwilayah Natuna, sekaligus memastikan kondisi geografis Daerah ini. Bukan Kami tidak mau mengunjungi Daerah paling jauh pulau terluar, Kita terkendala masalah waktu, paparnya. Lanjutnya semua masukan dan saran, serta hasil kunjungan kami selama di Natuna, nanti bakal kami bawa untuk di Bahas bersama rekan-rekan di senayan. Melihat situasi ni, Natuna perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat, mulai dari sisi keamanan dan penegakan hukum dan HAM, dan persoalan lainya termasuk soal pembagian DBH. Masalah illegal fising di Natuna sangat tinggi, sehingga Komisi III DPR RI, merasa perlu turun langsung kelapangan untuk melihat secara langsung, persoalan apa saja yang dihadapi oleh para petugas dilapangan dalam mengatasi masalah illegal fising ini.Mulai dari penegakan hukum, hingga sarana dan perasara yang dibutuhkan untuk memberantas persoalan illegal fishing di laut Natuna, tegasnya.
Saya berjanji, persolan-persolan yang sampaikan oleh masyarakat dalam dialog tersebut, akan ditindak lanjuti ke pihak-pihak terkait bukan sebatas basa-basi atau seremonial semata. “Masukan yang disampaikan oleh para petugas dan pihak terkait, akan kami tindak lanjuti di Komisi III, dan akan dibahas bersama instansi terkait, tentunya setelah pulang ke Jakarta.” Jadi kedatangan Kami kali ini bukan sekedar melihat-lihat, atau jalan -jalan, melainkan membawa sebuah harapan besar, dan mempertahankan hak daerah, terutama pembagian hasil Migas, seperti yang Saya ungkapkan tadi. Natuna merupakan wilayah NKRI, harus dijaga, keutuhannya. Pemerintah Pusat berkomitmen memperhatikan Natuna, tidak ada alasan atau pemikiran lain, bahwa Natuna akan berpindah ke negara lain. Saya berharap masyarakat Natuna juga tetap berpegang teguh pada pendirian, dan merupakan bagian dari satu kesatuan wilayah NKRI,” katanya.
Kekayaan Natuna cukup melimpah, mulai dari hasil laut hingga gas bumi. Tinggal bagaimana cara pengolahnya, agar lebih efektif dan efisien untuk meningkatkan tarap hidup masyarakat. Mudah-mudahan apa yang kita perjuangkan bersama, bisa terwujut dengan baik.
Sambil memperkenalkan rombongan, Aziz Syamsudin tidak sungkan-sungkan menaw arkan perahu kepada Bupati Natuna. “Kalau Pak Bupati mau maju ni ada Perahu tinggal pilih saja, mau pakai perahu mana ucapnya sambil tertawa kecil.” >>Roy
