
Ternate, (MR) – SMA N 8 Ternate adalah sekolah yang dikenal publik Kota Ternate sebagai sekolah unggulan . Segudang prestasi siswa baik di bidang akademik dan non akademik turut mengharumkan nama lembaga pendedikan ini . Semasa kepseknya dijabat oleh Mustamin Lila S.pd MM , SMAN 8 memang tidak pernah absen dalam berbagai event kegiatan semisal debat bahasa inggris maupun OSN . Tidak hanya turut terlibat dalam event tapi berhasil mendulang prestasi terbaik sebagai sang juara .
Diwawancarai awak mediarakyatnews .com , kepsek SMAN 8 Ternate Dra Munira Assagaf M.pd mengungkapkan pihaknya akan senantiasa berkomitmen untuk mempertahankan keberadaan status sekolah yang dikenal publik sebagai unggulan tersebut . Ia mengaku telah memformulasi program program strategis yang menjadi desain terbaru yang dinilai selama ini belum terlaksana . Disamping itu Ia juga akan tetap melanjutkan program program yang telah dibuat kepsek sebelumnya .
” Program yang saya buat dan tetap diimplementasi adalah Program Bina Insan Kamil PBIK . Turunan dari BIK ini adalah kegiatan berinfak , buka puasa bersama dan puasa senin kamis . Model BIK ini adalah model program bernuansa spritual yang memiliki side effect secara positif untuk mengatrol nilai nilai spritualitas keislaman . Penguatan nilai nilai keislaman ini penting untuk pembentukan sikap dan kepribadian siswa yang relevan dengan dengan tuntutan kaidah keislaman .
Dibidang akademik menurut Munira , SMAN 8 tidak pernah ketinggalan dalam ajang OSN , juga debat bahasa inggris . Prestasi yang diraih siswa siswinya ini akan tetap Ia lanjutkan semisal akan mengikutsertakan siswa siswi pada ajang try out dalam bentuk Bimbingan Belajar BIMBEL di Bogor .
Sebagai sekolah unggulan SMAN 8 pada setiap tahun pelajaran senantiasa menjadi langganan calon siswa baru , namun lagi lagi sekolah ini masih tersandung dengan kekurangan fasilitas .
” Saat ini kita terkendala dengan pembebasan lahan . Padahal lahan yang ada sekarang yang sebelumnya telah dibangun perumahan DPRD Kota ini rencananya mau dihibahkan untuk SMAN 8. Proses ini tersendat saat status kewenangan SMA / SMK di take over menjadi kewenangan pemerintah provinsi . Kita berharap proses ini secepatnya bisa vinising karena sekolah ini butuh dibangun sejumlah fasilitas seperti ruang kantor ,ruang guru , laboratorium dan perpustakaan juga mushallah yang pinginnya dibangun dengan kontruksi 2 lantai ” pungkasnya. (KOKO ATENG MRC)
