Humbahas, (MR)
Danau Toba yang merupakan Destinasi Wisata di Kabupaten Humbang Hasundutan yang seharusnya menjadi perhatian serius didalam hal pengembangan wisata di Kabupaten Humbang Hasundutan. Kecamatan Bakti Raja adalah salah satu Kecamatan yang secara umum menjadi tujuan utama dalam hal berwisata ke Humbang Hasundutan. Oleh karena itu, seharusnya pemerintah harus lebih aktif bekerja dalam hal pengembangan wisata di kecamatan ini, dengan memperhatikan kebersihan air Danau Toba dari sampah-sampah rumah tangga, sampah pasar dan enceng gondok yang menutupi pinggiran danau agar danau tetap terlihat indah, hal ini dikatakan oleh seorang warga Kecamatan Bakti Raja, Domu Lumban Gaol.
Kebersihan Danau Toba memang harus menjadi salah satu perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup. Apalagi dalam rangka menyambut Festival Danau Toba (FDT) yang dirayakan setiap tahunnya, dan bertepatan sebagai tuan rumah untuk tahun 2017 adalah daerah Kabupaten Humbang Hasundutan yang nantinya festival tersebut di pusatkan di Bakti Raja dan Sipinsur Kecamatan Lintong ni Huta.
Sesuai dengan pantauan langsung Media Rakyat ke Danau Toba, memang benar, kami melihat keadaan Danau Toba yang sangat memprihatinkan. Khususnya di pinggiran danau di Marbun Tonga tepatnya di Pasar Rakyat Kecamatan Bakti Raja, kami menemukan tumpukan sampah plastik dan sampah-sampah rumah tangga yang sangat banyak di pinggiran Danau Toba tersebut. Dan bukan hanya itu, ditambah lagi enceng gondok yang menutupi pinggiran danau merusak pemandangan dan keindahan Danau Toba.
Pemerintah Kecamatan Bakti Raja ketika temui Media Rakyat di Kantor Kecamatan tidak mau berkomentar dengan hal ini, dan pihak Media Rakyat pun konfirmasi langsung dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Humbang Hasundutan. Itu bukan hanya sampah yang dihasilkan di Kecamatan Bakti Raja, itu juga sudah termasuk sampah kiriman yang terbawa oleh arus sungai yang mengarah ke Danau Toba dan menjadi permasalahan pokok yang perlu diperhatikan lebih serius adalah kemauan masyarakat untuk bersih, karena hal ini merupakan kelemahan dan ketidak pedulian masyarakat akan pentingnya kebersihan, padahal sudah sejak lama kami menyediakan kontainer sampah di Bakti Raja yang ditempatkan di Marbun Tonga, namun sepertinya masyarakat lebih memilih membuang sampah sembarangan, kata Manongam Pasaribu yang merupakan Kabid Pelayanan Kebersihan mengawali pertanyaan kami terkait pernyataan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Humbang Hasundutan terhadap kondisi tersebut (16/02).
Kecamatan Bakti Raja, khususnya kota dan pasar sudah kami berikan pelayanan kebersihan setiap satu kali dalam seminggu, karena untuk pelayanan rutin setiap hari belum tertampung dalam anggaran. Tahun 2016 lalu, kami telah mengusulkan Pelayanan Kebersihan Rutin Kebersihan Kota dan Pinggiran Danau Toba, karena menurut pandangan kami, Danau Toba adalah tempat kunjungan wisata jadi sangat perlu diperhatikan Kebersihan Air dan Lingkungan di Pinggiran Danau Toba, namun belum tertampung dalam APBD Humbang Hasundutan untuk 2017, kata Humbang Hasundutan. >>Harrys Simamora
