Indramayu,(MR)
BERDIRINYA pembangunan Tower yang merupakan jalur Transmisi Teknologi Komunikasi di abad modern ini, yang terletak di Saluran Pembuangan (SP) Cinini Desa Sumbermulya Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, mengundang reaksi beragam pro dan kontra masyarakat setempat.
Namun, berkat kecakapan Wahab Bahtiar, selaku tokoh masyarakat Sumbermulya, gejolak sosial tersebut dapat segera diatasi dengan baik, sehingga situasi dan kondisi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dilingkungan lokasi pembangunan Tower, cukup aman, terkendali dan kondusif, kegiatan sosial ekonomi masyarakat berjalan seperti biasanya.
Dapita, Kaur Ekbang Raksa Bumi Sumbermulya, Dadang Supriyanto, Pengamat Sungai dan Irigasi Waduk Cipancuh, bersama Wahab Bahtiar, dan Wartawan MR, Sabtu lalu, melaksanakan cek dan ricek pengukuran batas-batas kepemilikan tanah, disana terungkap berdirinya bangunan Tower, tidak sepenuhnya diatas tanah warga, tetapi ada juga diatas tanah Perum Jasa Tirta II Divisi Pengelolaan Air III Seksi Patrol.
Tokoh masyarakat Sumbermulya, Wahab Bahtiar menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengukuran para petugas tersebut diatas, maka pembangunan Tower itu berukuran Panjang 12 meter, Lebar 12 meter, Luas : 144 M2. Sedangkan pembangunan Tower yang lokasinya diatas tanah milik Perum Jasa Tirta II luasnya 36 M2, sehingga pembangunan Tower yang berdiri diatas tanah milik warga luasnya 108 M2. Jadi mulai sekarang tidak ada lagi sesuatu hal yang dipersoalkan masyarakat disekitarnya, terkait berdirinya pembangunan Tower yang berfungsi sebagai alat Transmisi Komunikasi di Blok Sumurwedi ini, katanya.
Pengamat Sungai dan Irigasi Waduk Cipancuh, Dadang Supriyanto, dalam kesempatan itu menghimbau kepada pihak Perusahaan pemilik pemba-ngunan Tower, supaya segera mengajukan permohonan Surat Perjanjian Pemanfaatan Lahan Sementara (SPPLS). Sebab Perum Jasa Tirta II Divisi Penge-lolahan Air III Seksi Patrol, juga mempunyai hak menarik retribusi atas pembangunan Tower tersebut, tegasnya. >> Mukromin
