Tanggapi Keluhan Warga BPBD Halut Bagi-Bagi Masker

Halut, (MR)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Halut, beberapa waktu lalu, (15/9), telah membagikan 7 ribu masker kepada para siswa-siswi di wilayah Tobelo Selatan, pasca semburan abu vulkanik gunung Dukono. Pembagian masker ini dilakukan secara gratis mengingat wilayah selatan saat ini selalu menjadi langganan semburan abu gunung Dukono yang bisa saja berefek kurang bagik bagi kesehatan warga. Kepala BPBD Halut, Hernefer Tjandua, saat berbincang dengan sejumlah awak media, menjelaskan bahwa pembagian masker kepada anak-anak sekolah dan masyarakat itu selain menanggapi permintaan warga, juga disesuaikan dengan arah angin yang mengarah balik ke selatan setelah selama beberapa pecan selalu semburan abu menuju utara.

“Kalau sebelumnya, semburan abu gunung hanya sampai di desa Pale, maka sekarang jarak semburan sudah cukup jauh sampai di desa Kupa-Kupa sehingga pembagian masker pun harus dalam jumlah yang banyak sesuai kebutuhan warga” papar Tjandua. Menurutnya, pembagian masker ini juga ada bantuan dari pihak PT Nusa Halmahera Minerals dimana sesuai permintaan sudah diberikan sebanyak 50 ribu masker dan telah disalurkan secara bertahap kepada masyarakat. Terkait penanganan abu gunung Dukono, menurut Hernefer, cukup rumit karena harus dengan pengujian kualitas udara di laboratorium. Lewat pengujian itulah bisa diketahui kualitas udara apakah sehat atau tidak bagi kesehatan.

“Kesulitan yang kita alami bahwa Halut belum memiliki lab untuk pengujian udara sehingga kita belum bisa mengetahui dengan cepat apakah kualitas udara pasca semburan abu gunung bisa berbahaya atau tidak bagi kesehatan warga. Kalau ada warga yang terkena batuk atau pilek, bisa saja akibat abu gunung, tetapi ini juga tidak secara serta merta karena harus dilakukan uji lab oleh dinas terkait yaitu dinas Kesehatan”, papar Hernefer. >>Karl

Related posts