Malang, (MR)
Tambahan target PAD 2017 Parkir Dishub kota Malang yang di bebankan DPRD Kota Malang sebesar Rp 7,5 miliar dari Rp 6,2 miliar ditahun 2016 disikapi Dishub Kota Malang.
Kepala Bidang Parkir Dishub kota Malang H Syamsul Arifin menerangkan pihaknya siap merealisasikan capaian target yang di bebankan DPRD tersebut.
“Kami siap merealisasikan capaian target yang di bebankan kepada Dinas Perhubungan meski harus kami akui bahwa kita kehilangan sekitar Rp 47 juta perbulan dari restribusi parkir pasar besar yang terbakar bulan mei lalu dan restribusi dari Stadion Gajayana,tapi kami cukup optimis,”kata Abah Syamsul Jumat siang (11/11).
Untuk merealisasikan target tersebut saat ini pihaknya juga melakukan pendataan ulang terhadap titik parkir yang belum terdata di Dishub Kota Malang,selain itu menurut Syamsul pihaknya juga terus melakukan penertiban terhadap jukir nakal yang tidak di lengkapi KTA dan Surat Penunjukan dari Dishub dan mempermainkan karcis restribusi parkir yang di keluarkan Dishub kota Malang.
“Seperti siang ini ( jumat ) kami melakukan operasi gabungan dengan TNI dan Kepolisian dan berhasil menindak jukir di beberapa tempat yang melanggar ketentuan yang di tetapkan Dinas Perhubungan dan berhasil menindak jukir nakal di kawasan jalan Sukarjo Wiryo Pranoto dan di kawasan pasar besar malang,”tegasnya.
Untuk pendataan titik parkir yang belum terdaftar di Dinas Perhubungan,menurut Syamsul akan di data ulang dan di maksimalkan untuk memenuhi target PAD 2017.
“Kami sudah mendata ulang sejumlah titik parkir yang belum resmi dan kami minta segera di urus berkasnya,”tegas Syamsul.
Hal ini di lakukan pihaknya agar nantinya di tahun 2017 target PAD yang meningkat sebesar Rp 1,2 miliar tersebut dapat terpenuhi.
Tidak itu saja,imbuh Syamsul pihaknya juga telah mengusulkan anggaran tahun 2017 yang di alokasikan untuk operasional pengawasan dan penertiban kawasan parkir yang tersebar di kota malang dan operasi penertiban Juru parkir yang ada.
Hal ini kami lakukan untuk menjawab tudingan miring tentang pengelolahan parkir yang di katakan ada kebocoran dan sebagainya di kota malang dan untuk pengawasan yang kami lakukan secara berkala agar PAD yang menjadi target tersebut dapat terealisasi tanpa ada kendala berarti.
“Beberapa waktu lalu saya sempat survei tentang pengelolahan parkir di kabupaten lamongan yang notabene pengelolahan parkir disana di nilai baik,tapi justru mereka mengatakan belajar tentang pengelolahan parkir ke kota malang,nah ini adalah bukti yang menunjukan pengelolahan parkir kita sudah baik,”pungkasnya.
Di akhir pembicaraan Kabid Parkir Dishub kota Malang Syamsul Arifin memastikan akan All out dalam mengelola parkir di kota malang.
“Kami All out memberikan kenyamanan kepada masyarakat kota malang yang menggunakan jasa parkir di kota malang,dan kami siap menerima keluhan masyarakat jika ada pelanggaran parkir yang meresahkan,”tutupnya. >>Giz
