Sosialisasi Kelas Ibu Hamil Dinkes Lingga Staf Dinkes Takut Dana Liputan

Lingga,(MR)

SOSIALISASI Ibu hamil dilingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga, melalui Dinas Kesehatan yang dilaksanakan di gedung Sapta Pesona Kelurahan Dabo. Dalam kegiatan tersebut sempat terjadi Insiden yang memojokkan beberapa media yang ingin meliput kegi-atan tersebut. Salah satu Staf Dinkes tersebut mengeluarkan perkataan yang tidak santun sebagai orang yang berpendidikan.“ Ada apa ini tanya-tanya, nanti jangan-jangan minta uang, kemaren ada wartawan yang naikan berita kami, ujung-ujungnya minta uang satu juta “ ujar salah satu staf Dinkes ketika menjawab pertanyaan wartawan, yang ingin meminta data kegiatan tersebut untuk di publikasikan. Hal ini sontak membuat beberapa pekerja media yang hadir ingin meliput kegiatan tersebut, tersinggung. Mengingat kehadiran media tersebut untuk meliput kegiatan untuk di publikasikan, bukan ingin meminta uang liputan.

Ketika ditanya salah satu media siapa yang meminta uang tersebut, Staf tersebut sambil meninggalkan wartawan mengatakan ada kemarin wartawan minta uang ke kami satu juta, tuturnya. Dan staf tersebut menolak untuk menginformasikan, Senin (23/04).

Seusai kegiatan tersebut Dr.Lutti yang merupakan kepala Dinas Kesehatan kabupaten Lingga, ketika dikonfirmasi wartawan di Lokasi Acara mengatakan, bahwa apa yang disampaikan Stafnya, bukanlah pernyataan resmi dari dinas yang dipimpinnya, dan Lutti meminta agar media yang meliput dapat menanyakan langsung ke Kasi Kesga (Kesehatan Keluarga) atau ke bagian Promosi. “ itu tidak benar silahkan nanti bapak tanyakan ke saya atau ke kasi langsung atau juga bagian Promosi,” tuturnya. Senin (23/04).

Selain Kepala Dinas Kese-hatan Kabupaten Lingga Ignasius Lutti, mengatakan tujuan utama dalam kegiatan tersebut yakni mengadakan penyuluhan yang dimulai dari persiapan ibu hamil sampai dengan melahirkan. “Program tersebut dilaksanakan untuk mengatasi angka kematian seorang ibu, dimana kita mengetahui di Lingga untuk tahun ini mulai Januari hingga April 2012 tercatat dua orang ibu meninggal saat melahirkan sedangkan pada tahun 2011 lalu , tercatat enam orang ibu yang meninggal,” ungkap Lutti kepada wartawan.

Akhir-akhir ini santer terdengar beberapa kelemahan yang dihadapi Dinas Kesehatan, selain kejadian minimnya kegiatan publikasi di dinas kesehatan beberapa waktu yang lalu ada berita mengejutkan dari dinas kesehatan dengan kejadian tiga mobil dinas Ambulan yang tidak dapat beroperasi. Berita ini sempat heboh di kalangan masyarakat Lingga, dan menjadi pemberitaan di beberapa media di Lingga. Mengingat kejadian ini menimpa salah satu mantan Kepala Dinas yang meniggal dunia, harus di bawa dengan mobil Satpol PP karena Mobil Ambulan milik Rumah sakit lapangan Daik Lingga tidak dapat beroperasi.

Pada tanggal 29 Maret 2012 yang lalu Warga sempat mengadu ke kalangan anggota DPRD Lingga melalui pesan singkat (SMS) yang berbunyi “Pak Dewan tolong diperhatikan untuk di Daik satu ambulan rusak, dan satu lagi menurut keterangan sopirnya ngadat, di khawatirkan tidak bisa dipakai untuk perjalanan jauh sementara lagi digunakan dokter untuk untuk jadi mobil dinas jadi tak bisa dipergunakan untuk mengangkut pasien,”.

Rudi salah satu Anggota DPRD Lingga mengatakan sudah menyanyakan masalah ini ke Kadineks Lingga Ignatius Luthi. dan Ignatius menjawab dan menyebutkan mengenai ambulans sudah banyak yang rusak maklum dipakainya siang dan malam akan tetapi kurang perawatan, alasan dari di Rumah Sakit Lapangan (RSL). Sedangkan di Daik, rumah sakitnya tak mampu merawat dan rencananya akan dibawa ke Dabo untuk diperbaiki.

Luthi juga mengatakan seharusnya sebuah rumah sakit memiliki mobil dinas untuk keperluan operasional. Namun meski sudah minta sejak tahun 2006 tapi tak dapat, bahkan pernah minta ke Bupati yang diteruskan ke Kadis Perhubungan saat itu, M.Aswad yang mengatakan sudah tak ada lagi. “ Jadi sudah 6 tahun sejak rumah sakit berdiri belum ada mobil Dinas,” jawab Luthi via sms.

Lebih lanjut Luthi menyatakan, setiap tahun pihak nya selalu mengusulkan di RKA untuk mengadakan mobil operasional, tapi katanya diaturannya tak boleh sehingga dicoret. “Kamipun sudah menyampaikan ke Ketua DPRD Lingga Kamaruddin Ali, namun tak ada realisasinya,” tambah Luthi.

Selain itu, Luthi juga menjelaskan beberapa dokter spesialis di wilayah Lingga tak mau memperpanjang kontrak karena tidak ada mobil dinas dan hal itu sudah disampaikan ke Sekda Lingga. “Para dokter spesialis merasa tak di hargai karena banyak pegawai honor bisa memakai mobil sedangkan untuk mereka kita tak bisa menyediakan,” katanya.

Sementara itu, Rudi Purwonugroho menjelaskan kepada mediarakyat terkait kerusakan ambulance sebenarnya tidak masuk akal, karena di RKA tahun anggaran 2011 di Dinkes Lingga jelas anggarannya dimana untuk biaya pemeliharaan rutin/ berkala kendaraan dinas operasional lima mobil dan lima ambulans sebesar Rp131 juta per tahun dan anggaran penyedia jasa pemeliharaan serta perizinan kendaraan dinas/ operasional selama 1 tahun  untuk lima mobil operasional dan ambulan sebesar Rp.833 juta. Jabatan yang dipangku Kepala Dinas Kesehatan sendiri sudah hampir dua periode, sehingga di butuhkan penyegaran untuk memaksimalkan kinerja Dinas kesehatan. >> Jali

Related posts