Kotamobagu, (MR) – Memasuki tahun ajaran baru dengan kondisi abnormal seperti sekarang, kepala sekolah perlu mengubah pola pikir agar kegiatan belajar di masa pandemi bisa dilaksanakan efektif.
Guru dan orangtua perlu difasilitasi untuk bekerja sama membantu siswa agar tetap dapat belajar dengan berbagai kondisinya.
Kepala sekolah memiliki tugas pokok dan fungsi yang bisa membuka kunci solusi pelaksanaan belajar dari rumah (BDR) yang akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru ini.
Kepala Sekolah SDN 3 Moyag Elha Kolondam,S.Pd menerapkan ajaran baru untuk para siswa dengan mengikuti masa pengenalanan lingkungan sekolah dari rumah dengan cara dalam jaringan (daring). Hal ini sengaja dilakukan pihak sekolah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19).
“Untuk sementara pengenalan ajaran baru untuk para siswa dilaksanakan dengan cara daring dulu hingga menunggu surat edaran baru, hal ini sengaja dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona terhadap siswa-siswi.”Ujar Elha selaku Kepala Sekolah SDN 3 Moyag.
Bukan dengan sistem daring saja para guru mengajar namun juga guru-guru SDN 3 Moyag pun juga datang kerumah para siswa-siswi yang dimana para siswa tersebut tidak dapat mengikuti pembelajaran dengan sistem daring.
Namun tetap selalu memperhatikan protokoler kesehatan seperti selalu menggunakan masker, cuci tangan, dan physical distancing.
Hal ini dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat selalu berjalan lancar sampai nanti adanya surat edaran yang memperbolehkan ulang belajar mengajar dengan sistem tatap muka. Agar para siswa dapat dipastikan selalu sehat dengan
administrasi mengajar atau metode mengajar pendukung seperti ini mampu berjalannya rencana pelaksanaan pembelajaran dan alat peraga yg dibutuhkan dengan selalu memperhatikan waktu belajar yang terhitung perminggu 40jam pelajaran.
“Berharap dengan memperhatikan waktu belajar yang dihitung per minggu 40 jam pelajaran ini mampu berjalan sebaik mungkin.”Harapan Kepala Sekolah. (Neni)
