Setiap Sekolah Diharapkan Dapat Merealisasikan Bantuan Sarpras Secara Transparan

kabid-pendik-dinas-pendidikan-kabupaten-kuningan-h-atoni-s-s0s-m-siKuningan, (MR)
Walaupun Kabupaten Kuningan di tahun 2016 tidak bisa mendapatkan bantuan dari DAK Pendidikan yang bersumber dari APBN, hal ini tidak menyurutkan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kuningan untuk terus melakukan pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana sekolah diberbagai tingkat pendidikan. Dinas pendidikan Kabupaten melalui bidang penunjang pendidkan terus berupaya mensosialisasikan berbagai sumber bantuan ke setiap sekolah. Dan hasilnya pun cukup banyak sekolah dari berbagai tingkatan yang mendapatkan bantuan baik dari APBD, APBD Provinsi maupun dari APBN melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olah Raga melalui Kepala Bidang Penunjang Pendidikan H. Atoni S.Sos M.Si saat ditemui di ruang kerjanya mengaku mengemban tugas yang sangat berat untuk bisa merealisasikan dari setiap usulan maupun proposal yang diajukan oleh setiap sekolah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan. “ Untuk tahun 2016 ini Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan mengemban tugas yang sangat berat, sebab pada tahun ini Kuningan tidak bisa mendapatkan bantuan yang bersumber dari DAK Pendidikan. Sehingga kami harus berusaha keras agar sekolah yang membutuhkan bantuan bisa mendapatkannya. Namun demikian memang tidak semua sekolah yang mengajukan bantuan bisa mendapatkan”Ujar Atoni kepada awak media.

Lebih lanjut Atoni menjelaskan, keterbatasan sumber anggaran menjadi penyebab beberapa sekolah yang sudah mengajukan bantuan lewat proposal belum dapat terealisasi. Seperti kita ketahui alokasi anggaran APBD Kabupaten Kuningan belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan pendidikan setiap sekolah terutama sarana dan prasarana penunjang pendidikan, makanya setiap sumber annggaran yang ada berusaha untuk ditempuh.

“Tahun ini alokasi anggaran untuk sarana dan prasarana penunjang pendidikan lebih besar bersumber APBN. Makanya bisa dilihat pembangunan maupun rehabilitasi sekolah di kabupaten Kuningan yang dananya bersumber dari APBN lebih banyak daripada yang bersumber dari APBD maupun APBD Provinsi. Saya berharap kepada setiap sekolah yang mendapatkan bantuan agar dapat merealisasikan bantuan ini secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan baik secara fisik, administrasi maupun keuangan. Sebab kesuksesan bantuan tahun ini akan menjadi bahan evaluasi bantuan tahun depan” harap Atoni. >>Irwan/yesi

Related posts