Sepekan Berkas Daftar Ditelantarkan, Kepsek dan Panitia Menghindar

KABUPATEN TANGERANG, (MR) – Orang tua dari wilayah Sepatan merasa kesal karena kuota Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di SMKN 2 Kabupaten Tangerang, dibatasi dibandingkan tahun ajaran kemarin. Pihak perwakilan orang tua yang ingin bertemu pihak sekolah selalu gagal. Padahal mereka ingin penjelasan langsung dari Kepala Sekolah (Kepsek).

Sampai saat ini dari pihak SMKN 2 belum ada yang bisa ditemui sedangkan petugas sekuriti pun menolak untuk menerima berkas putra-putri bangsa yang ingin sekolah di SMKN 2 Sepatan, Kabupaten Tangerang.

Wartini (50), salah satu wali murid asal dari Jakarta yang bertempat tinggal di Palem 5 Desa Sarakan, Kecamatan Sepatan, menuturkan bahwa dirinya sempat kebingungan untuk menanyakan anaknya yang sudah mendaftar lewat jalur pindah tugas apakah diterima atau ditolak.

“Kami datang ke pihak sekolah ini hendak ketemu dengan Kepala Sekolah SMKN 2 mau minta penjelasan di jalur perpindahan. Maka itu, kami sebagai orang tua mau bertanya sudah ada berapa kuota yang ada sekarang tapi pihak sekolah sangat sepi dan pintu gerbang sekolah digembok tanpa ada yang jaga, seakan-akan tidak mau ditemui oleh siapapun,” ujarnya kepada wartawan dengan nada kesal, pekan lalu.

Dari berbagai lembaga dan ormas telah menyoroti penolakan berkas tersebut. Salah satunya ormas Pemuda Pancasila Sepatan sangat miris dengan kejadian ini terkait penolakan berkas putra putri bangsa yang ingin sekolah di SMKN 2 Kabupaten Tangerang.

“Karena sudah ada instruksi dari pihak sekolah yang pesan melalui via whatsapp ke sekuriti tidak menerima berkas sedangkan dari pihak sekolah tidak ada yang bisa ditemuin,” kata Ketua PAC Pemuda Pancasila (PP), Jeray kepada media.

Jeray mengomentari bahwa SMKN 2 Sepatan Kabupaten Tangerang sangat jelas telah melakukan penolakan penerimaan berkas putra putri bangsa yang ingin sekolah di SMKN 2 Sepatan Kabupaten Tangerang.

“Kami berharap agar pihak sekolah bisa menemui kami dan mau menerima khususnya berkas putra putri Sepatan,” kata Jeray.

“Walaupun demikian tetap anak-anak harus diterima dan harus duduk bersama. Untuk Kepsek coba tunjukan hati nuraninya kalau masih punya tanggung jawab terhadap lingkungan. Setidaknya wakil-wakilnya jangan umpet-umpatan juga. Kami tetap berjuang untuk anak-anak bangsa yang ingin meneruskan pendidikan,” pungkas Jeray.

Dari pantauan media, petugas sekuriti enggan berbohong. Ia mengatakan, arahan dari Pak Ketua, jangan menerima berkas karena (petugas) keamanan bukan (petugas) panitia. “Itu pesan dari Pak Ketua,” kata petugas keamanan.

“Ya biar bagaimana pun, saya harus ikut aturan di sekolah Pak, karena saya kerja di sekolah,” imbuhnya. (Sihar S)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.