SENGKETA TANAH DESA CIKENDUNG, DISTRIK 3: “Kami minta, agar segera ada solusi”

Pemalang Jateng, (MR) – Setelah berupaya dan berusaha keras dengan berbagai cara, Maksudi, sebagai pembeli tanah seluas 213 m2 di Desa Cikendung Kecamatan Pulosari. Sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pemalang memberikan keadilan serta jalan keluar yang terbaik bagi kedua belah pihak.
     Sebelum itu, Maksudi melalui kuasanya dari LSM-PMPRI (Lembaga Swadaya Masyarakat – Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia) melakukan upaya-upaya termasuk musyawarah dan audiensi dikantor Desa Cikendung, juga audiensi di Pendopo Kabupaten Pemalang. Namun, hingga saat ini belum terlihat adanya upaya dari pihak Pemerintah Kabupaten akan memberikan solusi dan jalan keluar bagi kedua belah pihak.
     Terkait masalah ini, Densus yang didampingi Saryo selaku pemuda Cikendung sekaligus masing-masing sebagai Ketua dan sekretaris Distrik 3 LSM-PMPRI, menyayangkan dengan perihal sengketa tanah tersebut. “Kami sebagai warga Cikendung yang tergabung dalam LSM-PMPRI, sangat berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati bisa memberikan solusi terbaik bagi kedua belah pihak, terutama pak Maksudi”. Paparnya.
Dilain pihak, Slamet, HS, sempat memberikan komentar, saat sebelumnya diadakan musyawarah di kantor Balai Desa Cikendung, beberapa waktu yang lalu. Terkait tanah yang notabene diatasnya telah berdiri bangunan Balai Desa atau aula Desa adalah bukan wewenang dia sepenuhnya selaku Kepala Desa. “Saya belum bisa memberikan keputusan”. Urainya.
     Slamet menambahkan, bahwa, saat itu dia sebagai saksi statusnya adalah sebagai ketua RT (Rukun Tetangga). Kebetulan saja, saat ini dirinya terpilih menjadi Kepala Desa. Ketika masalah ini mencuat, maka dia berpendapat, tidak bisa mengambil keputusan sepihak, minimal harus diadakan Musyawarah di Desa dan menunggu perintah dari pimpinan atau atasannya.
   [SA.1\WL.9]

 1,710 kali dilihat,  53 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.