Cianjur,(MR)
PROSES kegiatan belajar mengajar yang kondusip aman dan nyaman bisa terlaksana apabila sarana dan prasarana memadai, karena hal itu merupakan faktor pendorong utama.
Di era globalisasi saat ini pihak sekolah terus bersaing agar senantiasa mewujudkan kualitas pendidikan agar bisa melahirkan anak didik yang potensi. Tapi sangat disayangkan, untuk menempuh segala cita-citanya pihak sekolah masih banyak hambatan dengan kurangnya fasilitas yang ada.
Untuk melakukan kegiatan belajar mengajar salah satu contoh SDN Cikole yang berlokasi tempatnya di pinggir bukit kontrak perkebunan Teh Ciseureuh kecamatan Cipanas Cianjur. Di jelaskan kepala sekolah SDN Cikole Zahidah,S.Pd dengan jumlah murid yang terus meningkat setiap tahun. Sekarang jumlahnya sekitar 366 orang, ditampung 6 lokal ruang jelas masih kekurangan 4 kelas lagi serta kekurangan PNS 4 orang sedangkan tenaga honor sebanyak 8 orang. Sehingga dana BOS terlalu banyak diserap oleh Sukwan.
Hambatan utama SDN Cikole yakni minimnya lahan yang ada untuk penambahan local terpaksa harus ditambah kedepan 3 ruang tanah yang kosong hanya untuk 2 ruang saja, tambah kalau dilihat geografis wilayah cipanas merupakan salah satu kota paling besar yang menghasilkan asset bagi pemerintah kabupaetn Cianjur.
Dengan banyaknya tempat wisata maka Cipanas banyak dikunjungi oleh wisata asing maupun local sehingga perekonomian masyarakat semakin meningkat, maka pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten Cianjur senantiasa mendorong perkembangan sekaligus memperhatikan segala kebutuhan semua. Intansi khususnya bidang pendidikan merupakan pondasi utama bagi sumber manusia. Pungkasnya. >> A Sopyan/ Deden Trio
