Sampah Merajalela Di Pasar Gandusari

sampahTrenggalek, (MR)
Katanya sih kebersihan sebagian dari iman,namun kemanakah pelaksanaanya dari bahasa yang sering di ucap masyarakat itu.Seperti halnya pasar pasar tradisional di kabupaten Trenggalek khususnya pasar tradisional Gandusari Trenggalek Jawa Timur.Pusat jual belu kebutuhan masyarakat yang seakan tidak sepi tersebut secara tidak langsung sampah juga di hasilkan baik sampah basah maupun sampah kering.

Namun masyarakat juga masimasih belum banyak yang menyadari arti kebersihan dan hidup sehat. Karena selama ini kepedulian akan lingkungan sekitar masih sangat minim. Mereka tidak sadar bahaya dan penyakit dapat datang tanpa diduga.Dari hal yang paling sepele biasanya sering diabaikan salah satu contoh yaitu kesadaran membuang sampah pada tempatnya, serta kebersihan pada tempat penghasil sampah yaitu pasar. Salah satunya Pemandangan yang setiap hari dijumpai disekitaran pasar gandusari Trenggalek, setiap harinya sampah bertebaran disetiap sudut-sudut pasar meskipun TPS sementara sangat berdekatan dengan lokasi pasar.

Tumpukan sampah berserakan tak terurus,Semakin hari makin banyak dan yang pasti tidak ada perhatian sama sekali baik dari para pedagang maupun dari dinas terkait. Padahal setiap hari pedagang dikenakan karcis 100 rupiah perhari untuk dana kebersihan sampah. Terus dimana tanggung jawab pihak pengelola pasar? Tidak menutup kemungkinan tumpukan sampah tersebut kian hari akan semakin menggunung, jika terus dibiarkan seperti itu.

Kendati demikian untuk kenyamanan akan berdapak kepada semua pihak baik dari penjual di pasar dan juga pengunjung pasar.Tak jarang juga mengakibatkan surutnya pembeli akibat kebersihan di pasar tradisional tersebut.
Ahmad yabani Pemerhati kebersihan lingkungan di trenggalek sekaligus masyarakat gandusari Rabo 20/4 saat di konfirmasi mengatakan bahwa seharusnya pasar tradisional di kelola dengan baik oleh pemkab trenggalek,pungutan kebersihan 100 rupiah kan juga bisa mendongkrak PAD sehingga bisa menguntungkan pada masyarakat khususnya pedagang pasar karena dengan maraknya pasar moderen di trenggalek yang notabenya kebersihannya di jamin bisa berdampak melemahnya minat masyarakat untuk belanja di pasar moderen.

Dia menegaskan bahwa untuk keberhasilan trenggalek bebas sampah seharusnya dinas dinas yang berkecimpung dalam menangani singkron dan bekerja dengan suguh sunguh karena selain kurangnya sosialisasi kepada masyarakat dalam buangsampah pada tempatnya, dan juga kurang jelinya petugas yang dilapangan dalam menangani samapah hingga mengakibatkan sampah menumpuk masih sering di jumpai di tempat tempat strategis di trenggalek, tegasnya. Sementara itu dari dinas terkait masih belum bisa di konfirmasi. >>Sur

Related posts