Palembang, (MR)
Nampak terlihat rumah mewah harga milyaran rupiah dengan khas arsitek bergaya adat Palembang milik Bupati Muba Fahri Ashari, saat rumahnya di geledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlihat Sejumlah awak media cetak, elektronik dan media sosial memadati area pagar didepan salah satu kediaman milik Bupati Muba Fahri Azhari di jalan.kartini talang semut kecamatan ilir barat 1 palembang.
Sebuah rumah mewah berlantai dua dengan desain khas rumah adat palembang milik Bupati Muba, dan disitu ada rumah makan namanya “tiga nyonya” rumah orang nomor satu di Muba dikabarkan tengah di geledah KPK.diduga Bupati Muba adanya laporan yang mengarah ke dirinya terkait kasus suap pengesahan APBD Perubahan 2015 disynyalir yang dilakukan oleh 2 pejabat Pemkab dan 2 anggota DPRD Musi banyuasin.
Pantauan Wartawan Media Rakyat minggu (21/6) suasana disekitar rumah Fahri seperti biasa warga palembang melakukan olah raga dikawasan taman kambang iwak, mereka sempat kagek rumah berasitektur khas Palembang diheledah KPK,terrnya mereka melihat dari jauh banyak warga bertanya-tanya atas kedatangan KPK untuk melakukan pengeledahan rumah milik Bupati Musi Banyuasin Fahri Ashari.
Tim KPK langsung datang dari jakarta menggunakan pesawat tiba di SMB II, Palembang langsung menuju rumah milik Fahri dan menuju dikediamannya minggu (21/6) dengan dikawal ketat anggota Brimob Polda Sumsel, satupun wartawan dilarang masuk saat KPK melakukan penggeladahan didalam rumah Fahri,kebetulan beliau sedang bertugas keluar kota hanya ada istrinya,
Saat dikakukan penggeledahan hingga selesai pukul 18.16 wib,tim KPK menggunakan kendaraan 3 mini bus dikawal 1 unir mobil Polda Brimob Sumsel mereka langsung meninggalkan rumah fahri dengan membawa bungkusan plastik,
Sebelumnya terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim KPK TKP dikediaman Bambang Karyanto (BK) di jalan sanjaya kecamatan Alang-Alang Lebar Km 12 Palembang, KPK lakukan OTT kepada BK,diduga kuat ia menerima suap dalam pengesahan APBD Perubahan tahu 2015 Pemkab Muba yang diserahkan 2 oknum pejabat dinas setempat, yaitu Fasyar kepala Bappeda dan Syamsudin Fei kepala PPKAD, diduga Fahri Ashari Bupati Muba terlibat dalam kasus ini dan ia dicekal tidak boleh keluar negeri oleh KPK.
OTT Tim KPK telah menetapkan 2 tersangka (F) dan (SF) dari Pemkab Musi Banyuasin kepala Bapeda dan kepala PPKAD,dan 2 oknum anggota DPRD yaitu (BK) dari PDIP dan (M) Partai Gerindra mereka diduga penerima suap (gratifikasi) pengesahan anggaran APBD Perubahan tahun 2015,mereka ditahan di Jakarta sementara KPK telah menyita uang sejumlah 2,5 M terdiri pecahan lembaran 50 ribu dan lembaran 100 ribu,didalam koper warna mera marun,sebagai barang bukti, 2 Pejabat PNS dilingkungan Pemkab Muba kepala Bapeda dan Kepala PPKAD dan 2 anggota DPRD Muba dari PDIP dan Gerindra ditahan KPK. >>Bambang.MD
