REVITALISASI INFRA DAN SUPRASTRUKTUR, PELABUHAN AHMAD YANI TERNATE DIPRIORITASKAN SEBAGAI PELABUHAN PETI KEMAS DAN EKSPOR IMPOR

Foto General manager pelindo 4 cabang Ternate HERIANTO

Ternate, (MR) – Program percepatan dan pengembangan pelabuhan A. Yani Ternate sebagai pelabuhan peti kemas dan ekspor impor terbesar di Maluku Utara dibawa pengelolaan Pelindo 4 saat ini terus dilaksanakan . Berdasarkan Rencana Induk Pelabuhan RIP yang telah ditandatangani bersama dalam bentuk Momerandum of Understanding antara Kementrian Perhubungan , Pelindo 4 , Pemkot Ternate KSOP dan steakholder terkait , pada prioritas program tahap pertama tahun 2018 – 2022 pihak Pelindo telah berhasil dalam penyediaan dan pengembangan kebutuhan infra dan suprastruktur pelabuhan berupa penyediaan dua unit container crane sekaligus perluasaan lapangan penumpukan .

Disambangi awak mediarakyat , news com, General Meneger Pelindo 4 cabang Ternate Herianto menjelaskan keberadaan 2 unit crane ini dapat mempercepat aktifitas bongkar muat .” Sebelumnya kegiatan bongkar muat masih menggunakan derek kapal , dalam hitungan waktu satu jam itu hanya bisa melayani 6 – 8 box namun dengan hadirnya 2 unit CC ini bisa terlayani 20 box dalam satu jam . Dengan kondisi ini pula praktis kegiatan bongkar muat akan lebih cepat juga , aktifitas penambatan kapal pun semakin singkat yang sebelumnya 10 hari kapal harus ditambat , sekarang waktunya cuman dua hari. Ini udah sejalan dengan Peraturan Pemerintah yang menetapkan waktu penambatan adalah 3 hari .

Dijelaskannya pula dengan hadirnya dua unit CC ini berimplikasi terhadap tingginya jumlah kapal yang datang . Guna mengimbangi efektifitas tingginya suplay barang dan aktifitas bongkar muat yang terbilang singkat tersebut pihak otoritas pelabuhan dalam hal ini Pelindo 4 harus berupaya memperluas dan mengembangkan keberadaan lapangan penumpukan container .

” lapangan penumpukan yang kita miliki luasannya cuman 2 hektar . Idealnya luas tersebut cuman bisa menampung 34 teus sementara kondisi saat ini sudah mencapai 54 teus . Olehnya itu kita lagi fokus pengerjaan perluasan lapangan penumpukan” jelas Herianto .

Tambah Herianto pula kedepannya nanti akan ada pengaturan tata ruang pelabuhan . Ini dalam bentuk pengaturan dalam bentuk zonasi yakni ada zonasi khusus untuk terminal penumpang , zonasi khusus untuk peti kemas dan zonasi khusus untuk kargo . Pengaturan zonasi ini juga akan berdampak pada direlokasinya setiap fasilitas kantor yang ada dalam pelabuhan . ” sesuai RIP , vinishing nanti pada 2030 ” tandasnya. (KOKO ATENG MRC)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.