Ratusan Tokoh Cilacap Barat Terus Satukan Tekad “Menuju Percepatan Kabupaten Cilacap Barat”

Bambang Suharto,SE ( Kiri ) dan H.Achmad Mustaqim.SP.MM ( Kanan )Cilacap, (MR)
Minggu,25 Oktober 2015 bertempat di Ballroom Hotel Paradise, Sideraja -Cilacap, Jateng, sekitar 300 an dari perwakilan tokoh masyarakat dan Team Presidium telah melakukan pertemuan penting dan sangat bersejarah.Karena pada hari itu beberapa tokoh akademisi,tokoh masyarakat dan Pengurus Team Presidium Pemekaran Cilacap Barat terus melakukan konsolidasi dan pemantapan progres pemekaran menuju terbentuknya Daerah Persiapan Otonomi Baru (DOB). Hari itu mereka berorasi dengan semangat perjuangan yang tak kenal lelah mengusung amanah masyarakat yang merindukan akan hadirnya calon Kabupten baru.

Acara juga diisi dengan seminar nasional bertema Penguatan Kelembagaan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang dipandu oleh DR.HM.Sholatun Dulah Sayuti,M.Si, Dosen Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta. Hadir sebagai narasumber adalah H.Achmad Mustaqim. SP.MM beliau anggota DPR-RI dapil VIII dari Fraksi PPP dan DR.Riris Ardanariswari SH.MH dari Jakarta.

Ini adalah acara yang penuh interaksi, dimana para peserta diberi kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya, memberikan usulan dan pertanyaan kepada narasumber. Satu peserta bernama Saehu Mochtar dari Bantar, Wanareja, mempertanyakan alasan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang belum memberikan rekomendasi atau SK dan selanjutnya membawa berkas atau dokumen ke Jakarta untuk dimasukan dalam daftar waiting list.

Dan dialogist yang lain, memohon ijin kepada Gubernur untuk menutup jalur lintas Nasional yang ada di wilayah Cilacap Barat bila Ganjar Pranowo belum mau menorehkan tanda tangan untuk membuat rekomendasi atau SK Gubernur terkait proses selanjutnya.

Sedangkan Bambang Suharto selaku ketua Team Presidium dan Samirun selaku anggota DPRD I semarang dari Fraksi PDI.P tetap optimis keseriusan Ganjar Pranowo dalam mensukseskan terbentuknya Daerah Otonomi Baru ( DOB ).Hanya saja menurut beliau, Ganjar itu masih menunggu kran dari Jakarta. >>Tarkum

Related posts