PT. SKIP Klarifikasi Keluhan Warga

Kotabaru,(MR)

Adanya keluhan warga terkait Limpasan air Perkebunan PT.SKIP (Sinar Kencana Inti Perkasa) yang masuk dan melimpah keperkebunan milik warga (H. Ibrahim) diklarifikasi oleh PT. Skip. Sebelumnya, berdasarkan pemberitaan dalam Koran mingguan Media Rakyat edisi 288 Tahun Xll, 11- 18 Pebruari 2013, menurut salah seorang warga yang memiliki kebun, H.Ibrahim, mengungkapkan bahwa kebun miliknya tenggelam di akibatkan karena PT.Skip tidak memiliki saluran air yang proposional sehingga air mengalir bebas dan tidak teratur kemana-mana.

“ Ir.Hamdan Erhan,’’ manager PT.Skip Site Senakin mengatakan, pada dasarnya sebenarnya kondisi perkebunan tidak rata sesuai dengan topo grafinya, ada yang tinggi dan ada yang rendah, kebetulan punya warga itu (H.Ibrahim) lebih rendah dari areal perkebunan sehingga secara alami apabila datang hujan air pasti akan turun ke daerah yang paling rendah, sehingga seolah-olah air datang dari perkebunan.

Padahal antara perkebunan milik PT. Skip dengan warga betung Desa Sang sang itu berbatasan langsung dengan jalan umum atau jalan Negara, jalan yang di gunakan oleh masyarakat menuju Desa Geronggang dan sekitarnya, sehingga pada saat musim hujan air dari jalan melimpas ke areal masyarakat, nah itulah dikatakan seolah olah air perkebunan masuk ke kebun milik warga masyarakat setempat.

Jadi kalau di katakan ada aliran yang mengarah ke arah sana, dan itu sudah kita cek bersama sama dengan asisten, asisten dari PT.Skip dan Mandor dengan pemilik kebun H. Ibrahim sendiri bahwasanya tidak ada gorong-gorong yang menuju kesana, paparnya.

Hamdan Erhan juga menambahkan, “ Seandainya pemilik kebun mau, air itu di arahkan ke tempat lain, PT.Skip siap saja untuk mengarahkan air, sehingga air itu tidak masuk ke lahan masyarakat, sehingga tidak mengganggu aktifitasnya, dan PT. Skip juga bersedia saja untuk mengarahkan air sehingga air itu tidak masuk ke areal mereka dan kita alirkan airnya menuju arah perkebunan tapi mungkin sedikit banyaknya secara alami pasti ada masuk dan tidak mungkin 100% bisa hilang, karena areal masyarakat itu memang sudah lebih rendah dari areal lainya baik dengan jalan, jalan umum itu lebih tinggi dari areal masyarakat, jadi otomatis secara alami juga pada saat hujan datang air dari jalan umum masuk juga ke arial masyarakat, ujarnya. >> Her

Related posts