PPDB SMA Negeri 5 Kota Tangerang Berjalan Kondusif Sesuai Juklak dan Juknis

Kota Tangerang, (MR) – Membangun sebuah komunikasi itu tidak mudah. Sebab, masalah tersebut kerap menjadi permasalahan serius kalau tidak segera diatasi. Bahkan dapat menghancurkan sebuah program yang baik bagi kepentingan masyarakat banyak.

 

Hal tersebut dikatakan Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Kota Tangerang Sopiah Herawati, MM kepada Media Rakyat disela usai menerima beragam permasalahan PPDB terkait pengumuman hasil seleksi sekolah setempat, di ruang kerjanya, Senin (6/7).

 

“Intinya PPDB di SMA Negeri 5 Kota Tangerang telah sesuai dengan mekanisme Petunjuk Pelaksaan Tekhnis (Juknis) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten yang telah diarahkan oleh Kepala Cabang Dinas (KCD) Kota Tangerang berjalan kondusif, transparan dan akuntabel,” urai Sopiah Herawati, MM.

 

Lebih lanjut Kepala SMA Negeri 5 Kota Tangerang yang telah banyak melahirkan generasi baru dengan karakter paripurna ini menjelaskan, bahwa para siswa yang diterima di lembaga pendidikan ini berjumlah ratusan siswa dengan jumlah pendaftaran yang masuk 615 siswa, dimana per kelasnya 36 siswa.

 

“Syukur alhamdulillah dalam momentum PPDB tahun ini harus kita sambut dengan gembira. Betapa tidak, dibalik PPDB itu terjadi proses regenerasi yang melibatkan jutaan pelajar dari jenjang tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) dan tentunya dalam mekanisme pelaksanaannya harus sesuai aturan juklak dan kuknis,” imbuh Sopiah.

 

Sementara itu Ketua Panitia PPDB SMA Negeri 5 Kota Tangerang ini menambahkan, Pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SMA khususnya di SMA Negeri 5 telah berjalan dengan baik.

 

“Dalam proses pelaksanaan PPDB penerimaan siswa menggunakan sistem zonasi yakni jarak tempuh rumah menuju ke arah sekolah. Artinya, dilihat dulu jaraknya, nanti diukur menggunakan google maps berapa kilometernya. Ini merupakan aturan sistem zonasi siswa bisa diterima di sekolah yang dituju,” urainya.

 

Menurutnya, di setiap sekolah mempunyai kriteria yang berbeda-beda dalam regulasi jarak tempuh itu. Dia menyebut butuh sosialiasi yang terus menerus agar orangtua wali siswa dapat mengerti hal ini.

 

“Makanya diberikan pemahaman kepada orang tua murid. Banyak orang tua yang bertanya mengenai proses pendaftaran ini. Namun setelah diberikan pemahaman mengenai alur PPDB tersebut alhamdulillah semuanya berjalan aman, lancar, dan kondusif yang berdasar juklak dan juknis,” tutupnya. (HANDRI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.