Polres Tasikmalaya Targetkan Kawasan Tertib Lalulintas

Tasikmalaya, (MR)
Kapolres Tasikmalya AKBP Anton Sudjarwo mengatakan, “tingkat kecelakaan lalu lintas diwilayah hukum Polres Tasikmalaya ditahun 2018 cenderung menurun dan rendah karena bukan merupakan jalur utama seperti Cipali atau jalur Selatan merupakan jalur alternatif Bandung, jalur Soreang, jalur Garut, Melambong, Jalur Rajapolah, Jalur Kadipaten. Volume kendaraan yang lewat juga sedikit sehinga potensi kecelakaan juga kecil,” ujarnya.
“Begitu juga untuk titik rawan kemacetan hanya di alun-alun saja, untuk memaksimalkan layanan kepada masyarakat ada berbagai Inovasi yang telah dilakukan Polres Tasikmalaya, kami sudah buatkan dua pos permanen di Tapal Kuda yang tadinya belum Ada, juga di Muktamar sehinga petugas yang berjaga dipos tersebut 24 jam, berkat kerja sama dengan masyarakat sehinga pembangunan kedua pos tersebut dapat terlaksana, dan tadinya belum ada kedua pos tersebut di era Kapolres yang lama,” lanjutnya.
Kapolres juga memaparkan, “beberapa upaya juga kami lakukan terkait keselamatan berlalu lintas mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah, penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi kemacetan, bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terkait lalu lintas dan kami Rutin melaporkan semua data-data baik kecelakaan, semua data tersebut ada di Direktorat lalulintas Polda Jabar, karena kami terus melaporkan setiap periodik perbulannya,” paparnya.
Ucapan senada juga disampaikan Kasatlantas AKP. Haryono bahwa, “telah melakukan berbagai upaya untuk menekan tingkat kecelakaan dengan memasang banner yang berisi himbauan agar penguna jalan berhati-hati, juga rambu lalu lintas bekerjasasama dengan pemerintah Kabupaten, juga mengintensifkan operasi rutin, karena tingkat kesadaran masyarakat di wilayah Polres Tasikmalya masih kurang maksimal, maka kami terus mengadakan penyuluhan kesekolah-sekolah,” jelasnya.
“Begitu juga untuk memberikan layanan terhadap pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM), gedung Satpas SIM kami bangun dengan gedung baru tersebut diharapkan bisa memaksimalkan pelayanan terhadap pemohon SIM, target kami kedepan kawasan tertib lalu lintas tapi untuk mengarah kesana untuk saat ini belum didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, seperti trotoar, lampu merah, belum tersedianya pembatas jalan, sehinga perlu kajian dengan instansi terkait,” tutur Haryono kepada awak media. >>Arison

Related posts