DENGAN adanya gerakan moral masyarakat Desa Wanasari Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat Kabupaten Karawang terkait jalan Badami-Pangkalan ditanami pohon pisang.
Menurut warga yang enggan ditulis namanya mengatakan, seharusnya pemerintah Kabupaten Karawang merasa malu ketika jalan Badami-Pangkalan rusak berat. Dengan kerusakan jalan tersebut banyak kendaraan roda dua dan empat terjebak ditengah jalan dan rawanya kecelakaan, padahal PAD Karawang lebih dan paling besar di Propinsi Jawa Barat, tetapi pihak pemkab Karawang dianggap diam saja ketika Armada perusahaan-perusahaan yang muatan melibihi kafasitas menggunakan jalan Badami-Pangkalan.
Puluhan hingga ratusan miliar dana yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah buat infrastruktur jalan, kalau para pengguna jalan belum dibenahi khususnya angkutan barang melebihi kafasitas masih dibiarkan melalui jalan tersebut tetap saja jalan tersebut akan rusak. Disini dituntut kesadaran para pengusaha yang armadanya yang melewati jalan Badami-Pangkalan harus peduli terhadap infrastruktur yang ada.
Berapapun dana yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk infrastruktur jalan ketika masih ada pembiaran terhadap armada dengan muatan melebihi kafasitas jalan, percuma saja.
Kalau bisa pemerintah Karawang bersama DPRD untuk membuat PERDA Larangan Angkutan Melebihi Kafasitas supaya jelas dasar hukumnya. Begitu juga untuk Dinas Perhubungan harus bertanggungjawab, jangan hanya memungut restribusi saja, semestinya Dinas Perhubungan juga turut mengawasi angkuatan armada yang melebihi kafasitas. >>Komarudin

