Kota Agung, (MR)
Jembatan kabel stayed, yang baru selasai di bangun pada akhir Tahun 2016 yang lalu, dimana merupakan jalan penghubung antara Pekon Karang Anyar, Kecamatan Wonosobo dan Pekon Karang Rejo, Kecamatan Semaka, akhirnya di resmikan langsung oleh Pelaksana tugas (Plt) Bupati Tanggamus Hi.Samsul Hadi,M.Pd.I, Rabu (11/1). Jembatan yang memiliki sebutan lain ‘ jembatan merah ‘ itu diklaim, merupakan jembatan Gantung yang pertama ada di Sumatera, hal ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten yang berjuluk Begawi Jejama tersebut.
Peresmian itupun, turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Tanggamus Drs.Hi.Mukhlis Basri, Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora, Dandim 0424 Tanggamus Letkol (Inf) Hista Soleh Harahap, anggota DPRD asal dapil 1 Diki Fauzi dan Ahmadiyan. Kemudian para asisten, staf ahli, kepala SKPD, Camat Wonosobo, Camat Semaka, Uspika, kepala pekon didua kecamatan dan mas-yarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Riswanda Djunaidi mengatakan, pembangunan jembatan kabel stayed dilakukan dalam dua tahap, yakni ditahun 2015 abutment (bagian bawah jembatan) dan tiang pancang dikerjakan oleh PT Bungo Intan, dengan nilai kontrak Rp 2.810.777.000, lalu ditahun 2016 dikerjakan PT Tatayan Karya Abadi dengan nilai kontrak Rp13.523.438.000.
“Jembatan ini memiliki panjang 108 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 22 meter. Jembatan dengan menggunakan kontruksi kabel stayed yang menghubungkan dua kecamatan ini merupakan yang pertama di Sumatera, pertama yang miliki jembatan ini adalah Sukabumi, dalam perencanaan dan pelaksanaanya kami selalu berkoordinasi dengan Pusat Jalan dan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PU-PR),” ujar Riswanda.
Plt. Bupati berpesan, “masyarakat dapat menjaga jembatan dengan tidak merusak sehingga bisa awet.” Dijaga jangan dicoret-coret, bautnya jangan dicopot, kalau hal itu dilakukan tentu akan membahayakan kita semua. Sebab jembatan ini bukan hanya sarana transportasi, tapi juga bisa berfungsi sebagai sarana wisata dan akan tumbuh pedagang-pedagang kecil, sebab Semaka ini banyak orang-orang kreatif seperti di Sedayu banyak yang pintar olah kopi khas Semaka, itulah harapan kita agar perekonomian bagus, kesejahteraan bagus dan saya yakin angka kriminal dapat menurun,” harapnya.
Tokoh masyarakat Semaka Susilo mengaku senang dan bangga atas dibangunnya jembatan merah. Ia berharap jembatan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat didua kecamatan.” Saya mewakili masyarakat mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Tanggamus yang sudah membangun jembatan. Kami masyar-akat sangat mendukung pembangunan jembatan ini, sebagai buktinya, tidak ada satupun barang yang hilang selama proses pembangunan jembatan. Dan kami harap agar pemkab tidak berhenti di pembangunan jembatan, sebab sarana jalan di wilayah Semaka juga masih perlu perbaikan,” tandasnya. >>Odo/Ham
