Kab. Tasikmalaya, (MR)
Masalah gizi masya rakat saat ini, baik di Indonesia maupun di Kabupaten Tasikmalaya pada khususnya memnghadapi tantangan masa lah gizi yang kompleks, di satu sisi masih menghadapi masalah kurang gizi kronis yang ditunjukan dengan tingginya balita pendek atau stuntung, sementara di sisi yang lain menghadapi permasalaham gizi lebih. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Drs.H. Abdul Kodir, M.Pd., saat menjadi inspektur upacara pada apel pagi yang dirangkaikan dengan Peringata hari Gizi nasional ke-56 di Halaman kantor Skretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Senin, 25/1/2016
Lebih lanjut Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, masalah gizi memiliki dampak yang luas, tidak saja berpengaruh terhadap kesakitan, kecacatan dan kematian. Tetapi juga terhadap pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas yaitu sehat, cerdas, dan produktif, kualitas sumber daya manusia yang akan datang ditentukan sejak terjadinya janin dalam kandungan ibu, sampai anak usia dua tahun, kecukupan gizi ibu selama hamil hingga anak usia dua tahun serta pola pengasuhan yang tepat akan memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi unggul.
Pada peringatan Hari Gizi Nasional Tahun 2016, di Kabupaten Tasikmalaya diadakan kegiatan Gerakan minum tablet tambah darah remaja putri siswa SMP, SMA atau sederajat sebanyak 11.500 siswa yang tersebar di seluruh sekolah di Kabupaten Tasikmalaya, bantuan sembako untuk keluarga yang memiliki balita kurang gizi, dan pembentukan kampung gizi di Desa Banyuasih Kecamatan Taraju. >>Widayanti/Iin K
