Wako Pagaralam: Pengiriman Sayur Ke Palembang Berlanjut

sayurPagaralam, (MR)    
Walikota Pagaralam, Ida Fitriati yang semula mengancam tidak akan mengirim hasil bumi berupa sayur-mayur ke Kota Palembang akibat maraknya aksi pemalakan yang dialami para supir truk angkutan sayur dari Pagaralam dibatalkannya. “Nggak jadi. kalau sudah ada jaminan akan lancar dan tidak ada pemalakan lagi,” kata Ida kepada wartawan usai rapat bersama DPRD Sumsel membahas aksi pemalakan yang dialami supir angkutan sayur. Senin (1/2).

Dengan jaminan dari pihak kepolisian,  seperti yang tertuang dalam hasil rapat bersama antar DPRD Sumsel, Kepolisan dan Pemerintah Sumsel kata Ida pengiriman sayur ke Palembang akan kembali dilanjutkan seperti semula. Memang diungkapnya, akibat maraknya aksi pemalakan yang menimpa supir truk sayur, hasil panen para petani di Pagaralam dibiarkan begitu saja karena proses distribusi yang terganggu. Dilanjutkannya, para pengepul sayur-mayur tak berani menerima hasil panen petani karena tidak ada awak supir yang bersedia mendistribusikan ke Kota Palembang. “Ada 13 jenis sayuran yang biasa dijual ke Palembang, diantaranya Cabai, Kol, Wortel dan sawi. Jadi saat panen dibiarkan saja oleh petani, karena pengepulnya tidak berani beli,” tambahnya. Tak hanya itu, aksi pemalakan yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab tersebut kata dia bukan hanya mengambil uang supir. Bahkan nyawa para supir juga terancam. “Terakhir itu nyawa supir truk sayur terancam. Dikepalanya luka 14 jahitan,” ungkapnya.Sebagai Walikota Pagaralam pihaknya berharap jaminan keamanan para awak supir truk sayur dan sembako ini bukan hanya sesaaat,  namun berlangsung untuk selamanya.

Diberitakan sebelumnya,  Wako Pagaralam mengancam tidak akan mengirimkan hasil bumi Pagaralam ke Palembang jika urusan pungli truk angkutan sayuran dari Pagaralam yang melewati kota Prabumulih masih belum juga selesai. “Lebih baik sayuran kita jual ke Jakarta atau bengkulu, toh kita punya pesawat yang aksesnya lebih dekat ke dua daerah tersebut,” tegas Ida , kepada Rakyat Merdeka Online Sumsel. Diakuinya, sayuran Pagaralam merupakan pemasok terbesar ke pasaran kota Palembang dan sekitarnya. Sekitar 45 persen sayuran Palembang datang dari Kota Pagaralam. “Jadi jika permasalahan ini masih terus terjadi dan truk-truk sayuran kami masih tidak aman lewat Prabumulih, lebih baik kami stop pengiriman sayuran ke Palembang dan menjual sayuran ini ke daerah lain,” ujarnya. >>Ek

Related posts