Bombana, (MR)
Polres Bombana, Sulawesi Tenggara, menggencarkan penyuluhan Ketertiban Lalulintas (Tiblantas). Kali ini yang menjadi sasaran adalah sekolah-sekolah di kabupaten Bombana, baik negeri maupun swasta. Salah satunya, diselenggarakan di MTs, Nurul Jamil, Kecamatan Poleang Timur, November lalu.
Dalam sambutannya, saat membuka acara sosialisasi, Kanit Dikyasa, Polres Bombana, Bripka Gafruddin, mengatakan, kegiatan ini sangat positif mengingat pentingnya untuk memberikan pengetahuan kepada anak di usia dini.
Selama ini, kata dia, banyak pengendara mengalami kecelakaan akibat kurang disipilin berlalu lintas, terutama bagi pelajar SLTP yang sesungguhnya belum layak mengemudikan kendaraan sendiri ke sekolah karena masih di bawah umur. “Apalagi tidak menggunakan Helm,” ujar Gafrudin.
Sementara itu, Bripda Devi lucxiana yang melakukan penyuluhan mengingatkan pentingnya penggunaan helm untuk melindungi kepala dari benturan yang dapat berakibat fatal pada otak.
“Di dalam kepala terdapat otak, dan itu sangat perlu dilindungi. Makanya kalian diwajibkan memakai helm. Kami sering menemukan anak sekolah berbocengan tiga, helm tidak dipakai malah digantung di setir kendaraan,” ujar Bripda Devi lucxiana di hadapan siswa saat memberikan penyuluhan.
Pelanggaran lain, yang juga disampaikan Devi, antara lain, penggunaan mobil bak terbuka sebagai angkutan umum yang sesungguhnya peruntukannya hanya untuk mengangkut barang. “Ditambah lagi kendaraan melawan arus. Semua ini adalah bentuk pelanggaran yang kadang masyarakat kurang pahami sehingga inilah perlunya diadakan sosialisasi kepada masyarakat terutama kepada pelajar agar tidak mengalami kecelakaan,” ujar putri Poleang Utara, kelahiran 2 Februari tahun 1995 ini
Kepala MTs. Nurul Jamil, Hamzah, SE sangat berterima kasih atas diselenggarakannya sosialisasi Tiblantas di sekolah yang dipimpinnya. Bahkan, Hamzah berencana bermohon kepada Polres Bombana untuk memberikan pelatihan kepada siswa di sekolahnya mengenai tata cara mengatur kendaraan di jalan agar mereka bisa mengatur lalulintas saat siswa pergi dan pulang sekolah.
“Apa lagi selama ini di persimpangan Masuk MTs. Nurul Jamil, sering terjadi kecelakaan karena belum ada rambu – rambu. Kami berharap agar sosialisasi ini tiap tahun di adakan bahkan kalau bisa peraturan berlalu lintas dimasukkan kedalam kurikulum pendidikan,” imbuhnya. >>HZ
