Penyaluran Dana BAGUS Terganjal UPTD Bunguran Timur

Martuning : Saya selalu jadi kambing hitam

 

Natuna,(MR)

Lambannya penyaluran dana BAGUS (Bantuan Gratis Untuk Siswa) membuat sejumlah orang tua bertanya-tanya. Anggaran dana bagus milliyaran rupiah diplot dari APBD murni, belum juga ter-salurkan. Hingga awal Novem-ber, dana tersebut masih me-ngendap di Dinas Pendidikan. Salah satu orang tua murid dijumpai wartawan Koran ini, sangat menyayangkan lamban-nya proses penyaluran dana bagus oleh Dinas Pendidikan Natuna.

Menurutnya dengan ada-nya bantuan dari Pemerintah daerah, masyarakat ekonomi rendah seperti Dirinya sangat tertolong. “ Kita sangat mem-butuhkan bantuan dana bagus itu Pak, ungkap bu Faridah. Saya pun tidak habis pikir, kenapa Dinas Pendidikan selalu terlambat dalam penyaluran dana bagus, padahal sudah bertahun-tahun kegiatan ini dilakukan, keluhnya.

Lain halnya dengan Yanto, orangtua siswa dari SMP I ini, menilai dari sudut pandang yang berbeda. Ia mengatakan, ada indikasi Dinas Pendidikan Natuna memperlambat penya-luran, agar uang dana bagus millyaran rupiah dapat dita-bung lebih lama di Bank. Sehing-ga bunganya dapat dinikmati, Dikatakannya, hampir setiap tahun penyaluran dana bagus selalu telat, ada apa dengan Dinas Pendidikan Natuna, sesalnya.

Kepala Dinas Pendidikan Natuna Drs.Jasman Harun, ketika dikomfirmasi diruang kerjanya jumat (30/9), menepis tuduhan orang tua siswa. Didampingi Kabib Dikmen Tukino, sekaligus tim fresivikasi bagus, menjelaskan, Dana bagus sudah bisa dikucurkan seandainya data dari UPTD Dinas Pendidikan Bunguran Timur sudah masuk ke Kita. Sampai saat ini, data jumlah siswa dari bunguran timur belum sampai ke Dinas Pendidi-kan. Jadi  keterlambatan bukan dari kami, ujar Jasman.

Tukino juga menambahkan, kemarin sudah ada data masuk melalui sekolah, namun UPTD, berpendapat data  itu  tidak resmi, jika tidak melalui mereka, oleh karena itu Dinas Pendidi-kan Natuna tak berani mengam-bil kesimpulan. Kita hanya menunggu hasil laporan dari UPTD Bunguran Timur, sebab, dari 12 UPTD Dinas Pendidikan di kabupaten Natuna, semua sudah menyerahkan data  akurat  jumlah siswa, hanya UPTD Bunguran Timur yang belum menyerahkan, ungkap Tukino.

Tahun ini, penyaluran Dana bagus berbeda dengan sebe-lumnya, Jika dulu disalurkan langsung kesekolah, tahun ini harus melalui UPTD, dan tidak ada pemotongan dengan ala-san untuk pembelian keperluan siswa. Ini hasil rapat kemarin dengan sejumlah anggota Dewan. Soalnya ada temuan dana bagus dikelola sekolah untuk pembelian keperluan siswa, namun dilapangan diselewengkan.

Tahun ini lebih teliti lagi, dana bagus masuk rek UPTD, setelah itu dibuat  berita acara, dan selanjutnya diserahkan kepada sekolah masing-masing. Nanti pihak sekolah yang membuat laporan pertanggung jawaban terus diserahkan ke UPTD, lalu ke Dinas Pendidikan. Intinya penyaluran dana bagus tidak ada masalah dan sudah bisa dikucurkan jika data jumlah siswa dari UPTD Bungtim sudah diserahkan kepada Kita. Kalau tidak percaya coba cros-cek langsung kepada UPTD Bunguran Timur, apa kendala sehingga data jumlah siswa lama masuk ke Dinas Pendidikan papar Tukino. investigasi lang-sung dilakukan, sayangnya waktu itu hari jumat, jam baru menunjukkan pukul 11.wib kantor UPTD sudah tutup. Sejumlah pegawai sudah pulang, hingga perburuan dilakukan hari rabu.

Kepala UPTD Dinas Pendidikan Bunguran Timur H.Martuning saat dikonfirmasi diruang kerjanya membenarkan adanya keterlambatan data jumlah siswa dari kecamatan bunguran Timur. Sebenarnya data ini sudah dua kali masuk, namun kita suruh di ulang, karena cara pengiriman melalui sms. Kita tidak ingin ada pihak sekolah yang ingin memainkan jumlah data siswa. Oleh karena itu kita minta kepala sekolah memberikan jumlah siswa dengan cara  membubuhinya di atas kertas, serta ditandatanga-ni Kepala sekolah dan stempel.

Data inilah yang kami ang-gap syah, agar ada rasa tang-gung jawab dari kepala sekolah jika ada nanti temuan pengge-lembungan data siswa. Kata martuning sambil menunjukkan contoh jumlah siswa dari salah satu sekolah.

Data dari kepala sekolah kemarin sudah masuk tanggal 26/9, Kemudian kami kroscek dan sidikan, tanggal 28 kita sudah serahkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna. Jadi untuk penyaluran dana bagus tidak ada masalah lagi. Menyangkut UPTD Bunguran Timur dikatakan lamban melakukan tugas, itu sudah hal biasa. Dari dulu kami selalu dikambing hitamkan, kata Martuning.

Buku LKS Siluman Beredar  Di Sekolah

Hasil informasi didapat wartawan Koran ini, telah beredar disejumlah sekolah buku LKS berbagai mata pela-jaran. Buku tersebut sengaja di serahkan kepada pihak sekolah, yang nantinya akan dilakukan pemotongan dari dana bagus. “ Saya juga heran kenapa ada buku LKS masuk kesekolah, tanpa ada pemberitahuan ”.

Padahal Pemerintah bersa-ma DPRD sudah menegaskan tidak ada pemotongan kepada siswa terkait dana bagus. Oleh karena itu Kadis Pendidikan Natuna Jasman Harun sudah mengeluarkan surat kepada UPTD dan sekolah, dana bagus hak siswa dan dimanfaatkan oleh siswa. Peredaran buku LKS kita serahkan kepada sekolah dan komite serta orang tua siswa. Harus ada kesepakatan jika LKS mau dipakai, katanya. >>Roy

 

Related posts