Pengrajin Sepatu Cibaduyut Dapat Bantuan CSR BJB

Bandung,(MR)

Ditengah aktivitas usaha dan perdagangan bebas Asia Pasifik dan dunia saat ini, produsen sepatu di kawasan Cibaduyut Bandung diharap-kan bisa tetap bertahan dan memenangkan persaingan. Untuk bisa bersaing, kualitas produk yang dihasilkan tidak kecuali harga, distribusi dan layanan purna jual haruslah benar-benar diterima baik konsumen. Persoalannya, belum semua pelaku usaha menguasai strategi manajemen dalam mendayagunakan pelu-angnya. Dengan meminimalkan kelemahan dan memaksimalkan kelebihannya agar usahanya tidak jalan ditempat.

“Pelatihan manajemen sangat strategis, tidak saja sebagai sarana transformasi pengetahuan tapi juga menjadi wahana membangun kesada-ran  pentingnya penguasaan manajemen sebagai salah satu faktor pendorong peningkatan aktivitas usaha,” kata Wali Kota Bandung, Dada Rosada mem-buka resmi kegiatan pelatihan manajemen dan peningkatan mutu produksi sepatu Cibadu-yut Bandung, di Aula Unit Pe-ngelola Teknis Dinas (UPTD) KUKM Deperindag, Jalan Cibaduyut Raya 150 Bandung, belum lama ini.

Pelatihan diikuti 53 pengra-jin sepatu anggota forum Rereongan Pengrajin Alas Kaki, Tas, Sepatu Sareng Sajabina (Repalts), ditandai pembagian alat cetakan standarisasi alas kaki berbahan baku faber. Dise-rahkan pula  5 ribu eksemplar katalog sarana pemasaran hasil produk. Kegiatan merupakan pelaksnanaan program penya-luran Corporate Social Respon-sibility (CSR) Bank BJB Tahun 2011 alokasi Kota Bandung senilai Rp 200 juta dari Rp 700 juta yang diterima Pemkot Bandung.

Secara faktual menurut dia, keterbatasan akses informasi  juga merupakan kendala dikalangan pengrajin. Lewat pelatihan diharapkan hambatan bisa diatasi dan bahkan menjadi penghela kemajuan usaha. Pelatihan bisa meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan mobilitas serta kemampuan manajerial karena pengrajin akan beradaptasi dengan lingkungan yang selalu bergerak dinamis.

Pelatihan, jelas Dada, peng-rajin akan terangsang kreati-vitasnya, mendapat informasi mengakses modal, memperluas jaringan pasar, infrastruktur, dan standarisasi produk yang berlaku dalam pasar nasional dan internasional, bahkan dalam skala lebih luas lagi bisa meningkatkan keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif.  Kemampuan mela-kukan perubahan inilah yang diharapkannya lahir dari para pengrajin. “Pengrajin memiliki kemampuan memadukan poten-si internal dengan peluang eksternal., mampu membangun pola pikir  yang berorientasi masa depan, mandiri, disiplin, kerja keras dan profesio-nal. Tanpa perubahan kearah itu, rasanya sulit menghasilkan produk berkualitas,” ujarnya.

Apresiasi program CSR Bank BJB, diharapkan Dada, terjalin senergitas yang saling membutuhkan dan saling meng-untungkan dalam jangka pan-jang. Program serupa juga diha-rapkan Dada, bisa diikuti bank-bank lain dan perusahaan dari BUMN maupun BUMD yang beroperasi di Kota Bandung.

Mewakili Kepala BJB Kantor Cabang Tamansari Kota Ban-dung, Wahyu Hermana yang saat ini menjabat Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) bank BJB Balaikota, Jalan Wastu-kancana, menjelaskan, keterli-batan Bank BJB terkait program CSR merupakan bentuk kepedulian dan bagian intergral dari bisnis perusahaan terhadap perbaikan kualitas hidup, pendidikan dan lingkungan masyarakat.

Program CSR bank BJB diarahkan pada pemberian dukungan peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) yang disesuaikan dengan sasa-ran serta upaya-upaya peme-rintah dan masyarakat.

Sebagai salah satu bank nasional, kata Wahuyu, bank BJB senantiasa meningkatkan pelayanannya seiring pening-katan kinerja perusahaan. Perkembangan usaha bank BJB kwartal Satu Tahun 2011 diban-dingkan posisi yang sama tahun sebelumnya meningkat. Laba perusahaan naik sebelum pajak 25,3 % Year On Year di kuartal Pertama  Tahun 2011 menjadi 351,49 milyar dari posisi bulan yang sama tahun sebe-lumnya yang sebesar Rp 280,31 milyar. >> Dodi Sulaeman

 

Related posts