Menhut Panen Raya Padi Program GP3K

Nganjuk,(MR)

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.SE.MM, melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Nganjuk Senin (31/10), Kunjungan kerja yang dimotori Perum Perhutani KPH Nganjuk tersebut mengambil lokasi di Petak 15 RPH Awar-Awar, BKPH Bagor. Menhut menuju lokasi Petak 15 setelah melaku-kan ishoma di Pringgitan Kabupaten Nganjuk.

Begitu sampai di lokasi yang berbatu, Menhut melaku-kan panen raya padi Program Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) dengan luas lahan baku menca-pai 26 hektar dengan luas pencanangan 10 Hektar. Lokasi panen raya tersebut berada di wilayah Pangkuan LMDH Sido Makmur Desa Mancon Keca-matan Wilangan.

Petak 15 RPH Awar-Awar berupa tanaman jati tahun 1999 dengan pola tanam Perhutanan Sosial (PS) dan jarak tanam 5 x 2 meter. Dengan jarak tanam yang cukup lebar memberikan kesempatan pesanggem untuk memanfaatkan lahan di bawah tegakan berupa tanaman pangan dan palawija.

Aturan pengelolaan lahan yang seharusnya 3 tahun, oleh pesanggem (masyarakat sekitar hutan yang menggarap lahan milik Perhutani di bawah pohon tegakan) terus dikerjakan sehingga petak 15 tersebut masuk katagori Tenurial. Dan untuk meminimalisir pengelola-an yang berlebihan dibuatlah Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam hal pengelolaan lahan di bawah tegakan tersebut. Poten-si lahan yang subur dengan air tanah yang dangkal sangat cocok untuk budidaya tanaman padi.

Tujuan Pencanangan panen raya program GP3K yakni untuk mendukung pencapaian keta-hanan pangan nasional serta mendorong produktivitas komoditi tanaman pangan khu-susnya padi, kedelai dan jagung. Sehingga diharapkan mampu meningkatkan produksi dan pendapatan petani anggo-ta LMDH atau kelompok tani serta memperkenalkan sistem korporasi bagi petani.

Dengan dilaksanakannya kegiatan pencanangan panen raya padi tersebut, output yang diharapkan adalah Perum Perhu-tani khususnya KPH Nganjuk mampu menjadi pelopor bagi KPH-KPH lain dalam wilayah Perum Perhutani Unit II Jawa Timur untuk lebih peduli terhadap ketersediaan pangan nasional melalui kesuksesan Program GP3K di wilayah masing-masing.

Sejalan dengan program GP3K di KPH Nganjuk, petak 15 merupakan andalan untuk peningkatan produksi padi. Berdasarkan hasil ubinan yang telah dilakukan, terdapat peningkatan produksi padi dari tiga ton per hektar menjadi empat ton per hektar.

Kendati bantuan benih ung-gul belum diterima pesanggem, namun mereka mengupayakan secara mandiri menggunakan benih unggul bersertifikat. Dengan dibarengi penerapan Panca Usaha Tani yang sudah disosialisasikan sebelumnya, hasil yang diperoleh pun mengalami peningkatan sebe-sar satu ton per hektar.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan hasil sharing Perum Perhutani KPH Nganjuk dengan LMDH Jati Makmur Rejoso senilai Rp 57 Juta yang diterima langsung oleh Ketua Kelompok Tani yang juga Kades Desa Sambikerep Agus Johandoko. Sedangkan data yang diperoleh DeAL,- total sharing se Jawa mencapai Rp 5.577 Milyar.

Hadir dalam acara panen raya tersebut antara lain Kepala Perum Perhutani Unit II Jatim, Ir.Bambang Budiarto, Direktur PSDH & RU PHR PHT, Ir.Mustoha Iskandar, 23 Administratur Perum Perhutani se Jawa Timur, Jajaran Muspida Kabupaten Nganjuk, Kepala SKPD. >> Team

 

Related posts