Kayuagung, (MR)Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan, masih sering terjadi namun yang sangat di sayangkan berdasarkan pemantauan koran ini di lapangan.
Beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam penanganan Karhutlah selain BPBN dalam penanganan Karhutlah di Kabupaten OKI hendaknya semua OPD yang terlibat supaya dapat mengoptimalkan dan lebih di tingkatkan lagi dalam penanganan Karhutlah betul-betul serius dan standby, mengingat musim kemarau di perkirakan satu bulan lagi.
Adapun OPD yang terkait atau yang terlibat langsung dalam penanganan Karhutlah yaitu Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan BPMD, Dinas Lingkungan Hidup, Pol PP, Dinas Pertanahan dan Dinas Perhubungan, berdasarkan pantauan koran ini di lapangan beberapa OPD tersebut dalam penanggulangan Karhutlah diduga tidak serius mengingat setiap ada Karhutlah tidak ada anggotanya di turunkan.
Bahkan yang ikut jaga di posko pun tidak ada. Sehingga apabila terjadi kebakaran yang turun kelapangan hanya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, TNI/Polri, dan Pol PP, sedangkan Posko BPBN adalah posko bersama.
Seharusnya OPD yang terkait harus siap siaga apabila ada Karhutlah langsung turun kelapangan. Seperti Dinas Pertanian di setiap Desa ada kelompok tani yang seharusnya diberdayakan, mengingat kelompok tani tersebut memiliki pompa air untuk pertanian yang dibantu oleh pemerintah seharusnya pompa tersebut dapat di gunakan setiap terjadi Karhutlah di seputaran desanya masing- masing, yang mengerak adalah Dinas Pertanian melalui UPTD Pertanian di Kecamatan seharusnya kelompok tani ini di berdayakan namun kenyataan tidak di berdayakan.
Seharusnya pompa yang di bantu oleh pemerintah untuk pertanian itu, multifungsi bukan saja untuk pertanian namun ini juga di manfaatkan pada saat terjadi Karhutlah selain itu untuk BPMD sendiri yang juga terlibat Karhutlah, seharusnya pihak BPMD melibatkan desa-desa yang mana setiap desa ada Dana Desa yang bisa di manfaatkan, pembelian pompa air untuk pencegahan Karhutlah di wilayah desa masing-masing harus siap siaga.
Sedangkan untuk Dinas Perkebunan yang mempunyai anggota kelompok di setiap desa, kelompok ini bisa dimanfaatkan untuk menjaga sehingga jangan sampai terjadi Karhutlah, begitu juga dengan Camat harus siap 24 jam. Apabila semua OPD ini benar-benar bekerja tidak akan terjadi Karhutlah di wilayah Kabupaten OKI. Seharusnya semua OPD yang terlibat harus Stand by setiap waktu. Untuk menghadapi bencana Karhutlah bukanlah suatu kekuatan yang di utamakan namun yang di butuhkan hanyalah kebersamaan.
Kepala BPBN Kabupaten OKI, Listiadi Martin saat di konfirmasi media ini mengatakan, “ada 63 Desa yang rawan Karhutlah dalam 7 (tujuh) kecamatan yaitu, Kec. Pangkalan Lampam, Kec. Tulung Selapan, Kec. Cengal, Kec. Sungai Menang, Kec. Pedamaran Timur, Kec. Pedamaran dan Kec. Tanjung Lubuk untuk siaga Karhutlah lebih kurang 40 hari lagi sampai akhir Oktober mulai masuk musim penghujan, alhamdullilah Karhutlah di Kabupaten OKI untuk tahun ini sangat sedikit sekali di banding tahun sebelumnya ini semua berkat kerjasama BPBN, TNI, Polri, Manggala Agni dan OPD Di Kabupaten OKI,” ungkap Listiadi. >>Ipan
