Pembangunan USB SMPN 3 Proppo Pamekasan Diduga Tabrak RAB

Pamekasan,(MR)

PERTUMBUHAN pendu-duk di wilayah kabupaten Pamekasan terus berkembang pesat. Penduduk sebagai aset membutuhkan penanganan yang serius, terutama bagi kebutuhan pembangunan di bidang pendidikan, sosial, politik dan kemasyarakatan. Khusus di bidang pendidikan, diharapkan menjawab kebutu-han utama pendidikan di seko-lah dengan menambah unit sekolah baru. Hal ini dimak-sudkan agar para siswa bisa memperoleh pendidikan secara paripurna, selain kualitas sebagai sasaran dan target utama. Selama ini keterbatasan sarana dan prasarana pendi-dikan kerap dijadikan biang.

Karena itu tidak menjadi alasan seperti kekurangan dana bagi pemkab. Pamekasan untuk menambah fasilitas pendidikan di sekolah /madrasah.  Apalagi saat ini pemerintah terus men-dorong anak Indonesia untuk mengenyam wajib belajar (Wajar) pendidikan dasar (Dikdas) sembilan tahun sesuai  amanat  Undang-Undang Sis-tem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Dengan adanya amanat undang-undang ini, maka sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat di bidang pendidikan. Wajar Dikdas 9 Tahun merupakan hak masyarakat untuk menikmati pendidikan dasar. Dan, menjadi kewajiban pemerintah bersama masyarakat untuk bisa meme-nuhi kebutuhan pendidikan dasar ini.Sudah tentu berbicara tentang pembangunan unit sekolah baru, maka masyarakat dan elemen/komponen terkait harus ikut mendukungnya.

Jika pemerintah menyiapkan pendanaan untuk pembangu-nan konstruksi gedung sekolah (ruang kelas bersama fasilitas pendudukung pendidikan), maka partisipasi masyarakat dan elemen terkait adalah menyiapkan lahan yang repre-sentatif agar bisa dibangun sebuah unit sekolah baru sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pasalnya, pendanaan/angga-ran pemerintah disiapkan cuma untuk kebutuhan infrastruktur pendidikan, khusus untuk pembangunan sarana fisik dan sarana pendukung lainnya.

Seperti kasus  proyek Unit Sekolah Baru(USB) SMP3 Proppo dinilai tabrak RAB. Agus sapaan akrab konstruktor pengerjaan proyek USB SMP3 Proppo yang pertama menu-turkan bahwa bahan kayu kelas2 diganti kayu nangka sedangkan beberapa besi cor dibuat menyusut, sebab saat pekerjaan tersebut saya tahu.

Bu Tri sapaan akrab ketua komite pembangunan unit sekolah baru (USB) SMP 3 Proppo mengatakan bahwa pernyataan tentang pekerjaan proyek pembangunan tesebut diduga manipulasi itu tidak betul. Ia tak ingin ambil keun-tungan dari proyek pembangu-nan USB SMP 3 Proppo, “bahkan saya berkeinginan bangunan ini bisa bertahan hingga 30 tahun,” Ujarnya bersemangat.

Menurutnya dari awal pekerjaan pembangunan USB SMP 3 Proppo di desa karang anyar kecamatan proppo kabupaten Pamekasan ini ada seseorang yang ngotot untuk di tenderkan. Itupun kami ikuti dengan syarat pekerja harus dari desa karang anyar. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena pekerjaannya dinilai kurang baik dan tidak sesuai RAB maka dari itu kami ambil alih pekerjaan proyek tersebut. “lebih baik memuaskan orang banyak daripada hanya memu-askan 1 orang,” tandasnya.

Dengan adanya USB, diharapkan siswa tidak harus berjalan jauh untuk mengikuti/mengenyam pendidikan di sekolah induk, namun bisa menikmatinya di unit sekolah baru/USB yang berada di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. >>Tim

Related posts