Prabumulih,(MR)
“Saya minta kepada siapapun yang menjadi Walikota kelak setelah Pilkada, dapat memikirkan sepenuhnya untuk kemajuan Kota Prabumulih terutama dalam bidang pembangunan, karena nampak jelas Ratusan jumlah paket proyek pembangunan gedung dan infrastruktur tahun 2012 banyak yang tidak terselesaikan, bahkan jika dihitung-hitung dimungkinkan yang tidak terselesaikan jumlahnya mencapai 65 %,” ungkap Fahri sekretaris Gabungan Pengusaha Seluruh Indonesia (GAPENSI) cabang Prabumulih ini kepada Media rakyat (16/01 ) rabu kemarin.
Selain itu,Fahri menyayangkan ulah tindak tim PHO yang menganggap pembangunan tersebut seutuhnya telah terselesaikan yang dibuktikan dengan pembayaran setiap proyek dengan hitungan seratus persen, itu artinya pekerjaan yang dikerjakan kontraktor tersebut telah seutuhnya selesai, padahal salah satu contoh pembangunan yang tidak terselesaikan yakni pembangunan normalisasi sungai kelekar (dengan anggaran miliaran,red), “ contohnyo pembangunan yang ado di Tanjung raman dan normalisasi sungai kelekar” jelas fahri.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Prabumulih Ir.Ardi Supratman melalui Kedua Ketua Tim PHO nya Aslimi,ST dan Ir.Rusmanudin,MT yang di temui secara terpisah mengungkapkan bahwa pembangunan yang mereka tangani dalam urusan provesional hand order nya telah seutuhnya terselesaikan dan keduanya juga beranggapan bahwasannya dalam melaksanakan tugasnya mereka mengecek kepastian permintaan kontraktor untuk meminta PHO melalui survei lapangan dengan segenap anggota tim “ kami cek dulu baru kami tanda tangani (PHO nya,red),”.
Sementara pembangunan normalisasi sungai kelekar yang di kerjakan DPU Bidang cipta karya tengah di anggap belum sepenuhnya terselesaikan, Aslimi membantah, dikatakannya bahwasanya dia dan timnya berani mengeluarkan keputusan layak PHO karena memang setelah di hitung Volumenya terpenuhi “Sudah selesai karena Volumenya pas,” jelas Aslimi. >> Alex
