Bekasi, (MR) – Masalah Kelancaran saluran Drainase dikota Bekasi yang hingga saat ini masih menjadi keluhan warga masyarakat Kota Bekasi.Upaya Pembangunan maupun Rehabilitasi Drainase yang dijalankan oleh pemerintahan Kota Bekasi sangat diharapkan menjadi jawaban atas keluhan masyarakat.
Namun, Pada Pelaksanaannya kerap bermasalah baik secara Mutu Pekerjaan maupun azas kemanfaatannya yang diharapkan mampu dinikmati masyarakat Kota Bekasi.
Seperti Halnya Program Pengelolaan sistem Drainase untuk Kegiatan Peningkatan saluran dari Perumahan Taman Narogong Jembatan sampai dengan Polder Pengasinan di kecamatan Rawalumbu kota Bekasi,dengan Alokasi Anggaran Pagu Fisik sebesar Rp.484.849.042,76 dari sumber APBD Menimbulkan Pertanyaan Pihak.
Indra Pardede selaku sekjen dari Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Anti Mafia Peradilan dan Anti Korupsi Republik Indonesia (LSM.KAMPAK-RI)Kepada Media Rakyat menjelaskan,kami dari beberapa waktu terakhir sudah melakukan Observasi hingga Identifikasi dilapangan, dan menurut Pengamatan kami,ada beberapa hal yang janggal,dan kami menduga Kuat dalam Perencanaannya bermasalah, dan sekarang kami terus kembangkan hingga kami dapatkan kesimpulan akhir.
Karena Pada Prinsifnya seyogianya Pekerjaan itu sudah melalui tahapan Perencanaan yang matang, dan itu sudah dianggarkan.dan kalau Perencanaannya bermasalah, tentulah berpotensi kerugian.”Jelas bang Indra sapaan akrabnya.
Hal senada disampaikan Napin warga masyarakat Bekasi, Persoalan masih banyaknya saluran Drainase dikota Bekasi yang membutuhkan Perbaikan, karena mampetnya saluran berdampak cukup luas kepada masyarakat, terutama menjadi sumber timbulnya Penyakit.”Ujar napin.
Tentunya sangat diharapkan Komitmen dan keseriusan Pemerintahan Kota Bekasi untuk membangun dan Meningkatkan Kualitas saluran Drainase yang tentunya semua Programnya harus terencana dengan Matang,Pelaksanaan yang Tepat disertai Pengawasan yang maksimal. (Bemo)
