Tidore, (MR)
Salah satu konsep yang menjadi dasar pikir pengembangan dan peningkatan status pelabuhan Trikota Kota Tidore Kepulauan (Tikep) menjadi pelabuhan container adalah dengan melihat kondisi objektif Pelabuhan Ahmad Yani Ternate yang dinilai tidak layak lagi dikembangkan.
Pelabuhan A. Yani yang dikelola oleh BUMN yakni Pelindo senantiasa diperhadapkan dengan keterbatasan lahan sementara tingkat mobilitas yang berhubungan dengan aktivitas kepelabuhanan seperti bongkar muat, aktivitas penumpang dari dan ke Ternate frekuensinya semakin mengalami peningkatan.
Untuk mengurai permasalahan transportasi laut yang terkait infrastruktur pelabuhan tersebut menurut Kepala Kantor Pelabuhan Trikora Soa-Siu Kota Tikep Hi. Umar Ismail, SH perlunya pengembangan dan peningkatan status Pelabuhan Trikora Tikep menjadi pelabuhan container. “Upaya ini awalnya telah dijejaki dengan kegiatan survey dari Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Laut. Hasil survey menunjukkan Pelabuhan Trikora Tikep layak untuk dikembangkan dan ditingkatkan statusnya menjadi pelabuhan container. Dari sisi infrastruktur pelabuhan Trikora memiliki panjang 136 m, kedalaman 8 – 10 meter. Infrastruktur penunjang berupa gudang, lampu dan air dan yang lebih penting lagi untuk pengembangan pelabuhan adalah kita memiliki lahan seluas 6 Ha.” Ungkapnya kepada Media Rakyat.
Menurutnya pasokan bar-ang khususnya yang terkait dengan kebutuhan sembako dari Ternate ke Tikep, perharinya sudah mencapai 10 truk dengan kapasitas 4-5 ton. Dengan demikian dipastikan dalam 1 bulan 2 kapal container bisa menyinggahi pelabuhan Trikora.
Tidak sebatas itu, keberadaan kapal container dari dan ke Tidore tetap memiliki muatan. “Jelasnya tidak harus tiba membawa muatan dan kembali harus kosong, kapal container tersebut setelah melakukan aktivitas pembongkaran, selanjutnya dapat menyinggahi pelabuhan Gita dan Maidi (2 wilayah yang masuk Tikep) untuk pemuatan hasil bumi berupa kopra yang produksinya sudah mengalami peningkatan drastis.” Tandasnya.
Menurut Umar, Pemerintah Tikep melalui Walikota Ali Ibrahim dan Muhammad Senin, telah melakukan loby ke pihak Kementerian terkait upaya pengembangan dan peningkatan status Pelabuhan Trikora. “Sudah ada surat dari Kementerian Sekretaris Negara ke Kementerian Perhubungan agar tol laut masuk Tikep.” Akunya.
Pihaknya tetap mendukung setiap program Walikota selagi program tersebut berkontribusi untuk kemajuan dan kesejahteraan Tikep ke depannya. Ditanya soal kepemimpinan Ali Ibrahim dan Muhammad Senin dengan kepimpinan Tikep sebelumnya, Ia menjelaskan Kepimpinan Ali Ibrahim lebih terbuka.
Keterbukaan ini memberikan implikasi positif untuk hasil-hasil pembangunan. Di bidang ekonomi misalnya akan ada value added untuk daerah atau akan ada benefit ekonomi jika starting awalnya sektor-sektor perekonomian bisa dihidupkan, infrastruktur ditata sebaik mungkin, regulasinya diperjelas dan tidak harus terkesan menjadi hambatan. Hal positif yang patut diapresiasi adalah kerjasama segitiga emas antara Kota Ternate, Kota Tikep dan Kabupaten Halmahera Barat. Ini adalah bentuk terobosan tiga pemerintahan untuk saling membuka diri, saling bersimbiosis mutualisme dalam kerja-kerja pembangunan. >>Ateng
