Pasar Semerawut, Pemkab Muara Enim “Tutup Mata”

Poto Keadaan Pasar didepan Pasar Impres Baru.Muara Enim,(MR)

HAL ini diungkapkan oleh Suhaimi Dahalik,SH. ketua LSM SIGAP (Siap dan Tanggap) dia mengatakan pada Wartawan, kamis(23/5) yang pada saat itu ada juga ketua LSM P3SS A.Rimpah,SH. yang saat itu sempat mendengar penuturan Suhaimi Dahalik,SH ini, dengan tegas ia mengatakan “Sarana dan prasaran Transportasi jalan, yakni jalan dipasar Muara Enim, sekarang ini dijadikan oleh parah Pendagang tempat berjualan, dan ini sangat tidak sesuai dengan pemetaan Tata ruang Kota, Alangka Naipnya, jika jalan tersebut dikuasai oleh parah pedagang-pedagang ini, jadi apa Pungsi pemerintah ini, sebab tugas pemerintah itu mengatur para pedagang yang ada dipasar ini, namun sekarang ini justru terbalik, pedagang ini kelihatannya yang mengambil peran dipasar, pedagang ini kita tidak tau apa alasan mereka hingga dia berani berjualan di atas jalan itu, apakah ditempat atau di LOS yang tersedia itu tidak nyaman atau mungkin itu tidak sesuai dengan yang diharapkannya, juga Peruntukannya itu ada perselisihan antara pedagang dengan pihak yang mengatur pasar, Maksud saya dengan kepala Pasarnya, atau menurut pedagang-Pedagang ini tempat yang disediakan itu (Los-Red) tidak nyaman mereka berjualan di los itu, hal ini juga yang membuat pedagang ini jualan di jalan itu kemungkinan kondisi pasar tidak memungkinkan, inilah yang harus diperhatikan oleh Pemerintah itu, sebab pedagang pasar adalah Rakyat Kabupaten Muara Enim, jadi mereka juga saya anggap mempunyai hak yang sama, ujarnya.

Lebih lanjut Suhaimi menegaskan “ Jika Masyarakat Berani Melawan pemerintah itu, kemungkinan pemerintah juga salah dalam mengambil kebijakan, jadi kita juga tidak bisa memponis pedagang itu salah, mungkin mereka berani itu mereka ini merasa ada benarnya, saya juga berharap agar dalam penertipan pasar ini perlu diambil oleh pemerintah itu sebua keputusan yang Bijak, di sisi lain pemerintah juga Lemak, masyarakat juga tidak merasa dirugikan dalam keputusan tersebut, Tegas Suhaimi Dahalik.

Pada saat dikonfirmasi permasalahan ini dengan kepala Pasar M.Rosul,SH. via ponselnya, kamis(23/5) dia mengatakan “ Harapan kito itu ditertipkan, bisa terjadi seperti itu, itu kan keinginan pedagang, berebut Endak jualan dijalan, ada kecemasan sosial antara pedagang itu kan, sedangkan kita sudah melakukan upaya sedangkan mereka sudah dikasih tempat, dulu kan pernah terjadi bongkar pasang bangunan itu kita pindahkan dibelakang, sudah kito kat,dan sudah kita seting dikasi tempat, sedangkan disitu tempat-tempat kaki limah dengan kapasitas los yang ado tipe 136, sebab hari ini ada Rapat pembahasan mengenai keadaan pasar itu, ujarnya. >> Pintas

Related posts