Bombana, (MR)
Pengembangan sektor pariwisata pada suatu daerah tidak dapat dipisahkan dengan eksistensi kebudayaan di daerah setempat.
Karena itu, kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Budparekraf) Bombana, Janariah, S.Sos., M.Si, dalam pengembangan pariwisata, instansi yang membidangi pariwisata dan yang menangani kebudayaan harus bekerja sama, karena peranan keduanya dalam dunia pariwisata sangat menentukan, sehingga keduanya harus bersinergi. “Pariwisata dan kebudayaan harus sinergi,” kata Janariah kepada Media Rakyat di ruang kerjanya, Jum’at (7/10).
Menurutnya, pariwisata dan kebudayaan mempunyai tugas yang berbeda, namun tujuannya sama, yakni menjadikan sebuah daerah untuk diminati wisatawan. Pariwisata, lanjutnya, bertugas untuk mengelola, menjual dan memasarkan obyek wisata, sedangkan isi dan muatannya bernuansa kebudayaan.
“Kita bergerak di bidang pengelolaan, penjualan dan pemasaran, sedangkan isinya adalah kebudayaan. Artinya, event-event yang ada diisi dengan berbagai hal yang berkaitan dengan kebudayaan dan kearifan lokal, seperti kulinernya, tradisinya, prosesi adatnya, semua suguhannya diisi dengan tradisi sebagai daya tarik,” ujarnya.
Dikatakan, suguhan nilai-nilai kearifan lokal sangat penting untuk dihadirkan dalam setiap event pariwisata, karena selain berfungsi sebagai daya tarik wisata juga sebagai upaya pelestarian budaya di tengah era globalisasi.
“Kearifan lokal harus dilestarikan, karena itu merupakan jati diri kita. Tujuannya untuk menfilter kehadiran budaya lain yang bertentangan dengan budaya kita di tengah globalisasi. Jadi globalisasi harus berjalan, tapi kearifan lokal harus lestari,”imbuhnya. >>HT
