Ternate Maluku Utara (MR)
TIDAK dipungkiri, sektor kepariwisataan merupakan satu dari sekian banyak sektor yang dianggap mampu menopang pembangunan di daerah, langkah inilah yang diambil pemerintah kota ternate sebagaimana visi bahari berkesan. Ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan museum dan taman budaya yang di lakukan walikota ternate Drs.Hi.Burhan Abdurrahman di keraton kesultanan ternate (11/7) lalu .
Pembangunan museum di kota Ternate, merupakan yang pertama di Maluku Utara. Bermula dari diskusi Walikota Ternate dengan Sultan Ternate Hi.Mudaffar syah ,yang saat itu mengatakan bahwa “kota ternate perlu dibangun museum yang bisa menampung benda-benda peninggalan sejarah mengingat sejarah panjang kesultanan ternate pertama dan seterusnya, maka ini harus di kenang untuk memperlihatkan bukti peninggalan kepada penerus”.
Sementara itu kepala Dinas kebudayaan dan pariwisata kota Ternate Husen alting saat di konfirmasi media rakyat (14/7) mengatakan bahwa “Pembangunan museum ini merupakan awal dari kebangkitan sector kepariwisataan kota Ternate pada 2012” lanjut Husen Alting kepada media rakyat. “Pembangunan museum ini direncanakan dua lantai dan dikerjakan dua tahap, tahap pertama di anggarkan Rp.895.000.000,- dengan sumber anggaran dari APBD kota Ternate tahun 201. Sedangkan tahap ke dua masih di pertimbangkan anggarannya. Ditanya mengenai kontroversi seputar pembangunan museum di kalangan akademik, dia mengatakan hal itu hanya persoalan dinamika dan perbedaan presepsi, namun sudah diselesaikan secara persuasive.
Terpisah, penggiat pusaka ternate dari Universitas Khairun Ternate Maulana Ibrahim pada Media Rakyat (16/7) mengungkapkan “pembangunan museum ini harus melibatkan tenaga ahli, Jika suatu pekerjaan diserahkan bukan pada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya; pemerintah harus belajar dari kejadian pemugaran benteng-benteng dan bangunan tua lainnya di Ternate serta Revitalisasi Kawasan Kadaton Sultan dan Benteng Oranje pada 2008 yang telah menghilangkan bentuk asli. Maka harapannya pembangunan museum ini harus memperhatikan kearifan local demi kemajuan kepariwisataan kota ternate kedepan. (Gun)
