(Prospek kota kecil, menjanjikan potensi wisata skala besar)
Ternate Maluku Utara (MR)
Predikat sebagai baro-meter Provinsi Maluku Utara, tentunya riskan sekali jika pemerintah kota Ternate tidak mampu menata kotanya dengan baik. Kota Ternate yang saat ini mengandalkan retribusi pajak sebagai peng-genjot PAD kemungkinan, mengalami banyak kendala dalam melakukan pembangu-nan berbasis kesejahteraan masyarakat melalui visi-misi “Bahari Berkesan”
Indicator ini muncul ketika tim Media Rakyat di Ternate mengunjungi tempat wisata pantai di kastela, tobo-lolo, sulamadaha,akerica dan wisata sejarah benteng toloko, kalamata, kastel dan kota janji yang mana potensi besar ini tidak di kembangkan secara serius oleh pemerintah kota Ternate padahal boleh dikata-kan ini adalah lahan penggen-jot PAD kota Ternate.
Dosen Arsitektur univer-sitas khairun Ternate Maualana Ibrahim kepada media rakyat (16/7) mengatakan “Pemerin-tah Kota harus melakukan revitalisasi benteng-benteng dan bangunan tua di ternate sebagai nilai tambah kota Ternate dengan melihat berba-gai aspek, selain itu pemerin-tah kota harus melibatkan para ahli dalam melakukan peren-canaan revitalisasi “dan tidak terkesan jalan sendiri karena seluruh stakeholder saling relevant.
Sementara itu Kamran R Lossen sekjen kementrian perhubungan pada media rakyat beberapa waktu lalu di Ternate memaparkan bahwa kota ternate adalah kota pantai dan sudah memiliki pelabuhan laut kelas II yang di kelola pelindo X dan juga memiliki pelabuhan udara babullah yang selalu mengalami peningkatan penumpang. “Ini adalah poten-si besar apalagi nanti Kota Ternate sebagai pintu masuk dalam ajang Internasional Sail Indonesia di Morotai pada 2012 maka pemerintah kota harus memiliki prospek pena-taan kota yang menarik dan lahan peluang menjanjikan sesuai dengan regulasi hukum, maka ternate kedepan semakin di depan”, ujarnya.
Pemerintah kota Ternate di bawah kepemimpinan walikota ternate “Drs.H. Burhan Abdurahman” dan Ir.Arifin Djafar tentunya telah memiliki agenda kedepan sebagaimana yang di ungkap-kan Husen Alting.SE.MM sebagai kepala Dinas Pariwi-sata dan Kebudayaan pada media rakyat (14/7) di ruang kerjanya, “sesuai dengan ara-han pak wali maka pada 2012 nanti sector kepariwisataan akan bangkit di imbangi de-ngan sektor lainya “ mengenai revitalisasi kawasan bangunan tua atau cagar budaya akhir 2011 nanti akan di selesaikan sebagaimana pembahasan kami dengan pihak yang menduduki bangunan tersebut, dan untuk wisata pantai peme-rintahan sebelumya semasa pak Syamsir Andili sudah di bahas soal pembebasan lahan tapi sampai sekarang belum ada nota kesepakatan dengan pemilik lahan, kami tinggal menunggu arahan pak wali-kota” jelasnya. (M.Guntur Budiawan)
