Muraz Ajak Masyarakat Gelorakan Persatuan

Sukabumi, (MR)
Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 70 tingkat Kota Sukabumi berlangsung sederhana. Tidak seperti tahun sebelumnya, upacara dimeriahkan dengan berbagai atraksi dan penampilan pelajar dengan jumlah banyak, tahun ini hanya melibatkan sejumlah siswa saja. Upacara berlangung hikmat meski dibawah panasnya terik mata hari. Seluruh peserta upacara mengikuti tanpa ada gangguan. Upacara dipimpin oleh Walikota Sukabumi, HM.Muraz.

Usai upacara, ratusan  siswa SMAN 1 Kota Sukabumi menampilkan kabaret dengan menggunakan pakaian daerah dan pakaian sekolah. Rangkaian peringatan HUT ke 70 tingkat Kota Sukabumi telah berlangsung sejak awal bulan. Pemberian penghargaan yang pada tahun sebelumnya dilakukan usai upacara, tahun ini diserahkan sehari sebelumnya, di Gedung Juang 45. Pada malam harinya, dilakukan upacara Taptu di Taman Makam Pahlawan, Jalan Taman Bahagia Kota Sukabumi.

Walikota mengajak masyarakat Kota Sukabumi untuk menggelorakan kembali semangat persatuan dan kebersamaan yang telah digelorakan oleh para pejuang. Peringatan HUT RI juga dijadikan sebagai bahan merefleksi sejarah perjuangan bangsa.  Tentunya bukan media untuk membangun romantisme masa lalu , serta alat untuk menumbuhkan sifat bangga diri secara berlebihan. “Perjuangan masa lalu merupakan cermin untuk menumbuhkembangkan spirit dan etos kerja demi membangun bangsa dan negara yang lebih maju agar sejajar dengan bangsa lain yang lebih maju,”katanya.

Menurutnya, budaya saling menghargai dan tenggang rasa  juga semakin luntur. Bukan hanya terjadi pada masyarakat awam, tapi juga instirusi resmi. Untuk itu, melalui peringatan HUT RI, semangat yang menjadi warisan nenek moyang Bangsa Indonesia   tersebut harus digelorakan kembali. “Mari kita gelorakan kembali semangat persatuan dan kebersamaan sebagaimana yang telah digelorakan para pejuang,”ujarnya.

Dia menyadari, tugas pembangunan dimasa mendatang semakin berat dan sulit. Untuk itu, seluruh kekuatan social politik dan organisasi kemasyarakatan, ulama, kalangan cenkiawan, pendidik dan pemuda harus bersatu padu mengembangkan pemikiran kreaatif dan melakukan kerja produktif. “Kebersamaan dan kekompakan merupakan kunci agar pembangunan lebih baik dimasa mendatang,”katanya. Sebagai masyarakat majemuk dan dinamis, kata Muraz,  potensi terjadinya perbedaan pendapat , konflik maupun pertentangan sulit dihindari, terutama pada hal tertentu. Diperlukan cara tertentu untuk penyelesaiannya agar tidak menimbulkan hal yang berdampak tidak baik. “Bukan mematikan perbedaan yang diperlukan, tapi penyelesaian perbedaan pendapat, konflik atau pertentangan secara damai, etis dan dewasa,”katanya. >>Lelly

Related posts