Anambas,(MR)
SETELAH usaha keras yang dilakukan oleh siswa, guru dan berbagai pelaku pendidikan di Kepulauan Anambas, Impian Kabupaten Kepulauan Anambas untuk dapat meluluskan seluruh siswa-siswi SMA/ Sederajat dalam Ujian Nasional tahun 2013 ini tampaknya membuahkan hasil yang manis. Terbukti, kendati turun peringkat dari peringkat II menjadi peringkat ke III se Provinsi Kepri, teryata Kepulauan Anambas mampu mendapatkan tingkat kelulusan 100% dalam UN tahun ini.
“Meski kita turun peringkat tapi saya cukup puas dengan hasil ini karena kelulusan di Anambas mencapai 100 persen. Yang penting target kita tercapai yakni lulus 100 persen. Kita berada di bawah Batam dan Natuna. Saya belum tahu peringkat empat sampai tujuh diraih kabupaten mana saja,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Anambas Herianto.
Padahal dalam pelaksanaan UN tahun ini, beberapa sekolah tidak luput dari masalah teknis yang memang terjadi secara nasional. Sempat terjadi beberapa kendala seperti soal tertukar, lembar jawaban kualitas tidak baik dan ketidak sesuaian soal, namun ternyata hal tersebut tidak membuahkan kendala berarti.
Terlihat Herianto sangat bangga dengan hasil yang telah dicapainya, mengingat kerja keras dirinya bersama jajaran pendidik dan siswa di Kepulauan Anambas bisa dikatakan cukup keras. Kerja keras para guru membuahkan hasil. Apalagi untuk SMKN 1 Air Asuk yang tahun ini pertama kali meluluskan muridnya. “Saya berterima kasih kepada kawan-kawan yang telah berusaha keras mendidik para siswa,” kata Herianto.
Untuk kelulusan tahun ini pihaknya akan memberikan apresiasi kepada siswa terbaik tapi tetap melihat kondisi keuangan daerah. Untuk tahun lalu kata Heriyanto, pihaknya telah memberikan bantuan kepada siswa terbaik berupa laptop sebagai sarana penunjang belajar.
Ia mengaku sempat pesimis apakah siswa Anambas bisa lulus 100 persen atau tidak mengingat pada saat pelaksanaa ujian terjadi beberapa masalah seperti kekurangan soal dan jawaban serta banyaknya salah ketikan. Namun itu bisa dijawab dengan kegembiraan ketika ia mendengan siswa Anambas bisa lulus 100 persen. “Saya prihatin dengan pelaksanaan UN tahun ini. Saya selalu mengontrol jalannya UN. Bahkan ada siswa yang menjawab di lembar soal karena lembar jawaban tidak ada,” terang Heriyanto.
Atas kelulusan tahun ini, ia memperingatkan dengan keras kepada para siswa agar tidak melakukan tindakan yang tidak terpuji seperti mencorat-coret baju seragam atau konvoy secara masal yang mengganggu lalulintas. Jika nentinya ia menemukan ada siswa yang mencoret baju dengan pilog, maka pihaknya tidak segan-segan akan menahan ijazah siswa tersebut. “Kalau nanti kita temukan ada siswa mencoret baju seragam, maka kita dengan tegas akan menahan atau menunda pemberian ijazah,” tegas Heriyanto.
Sementara itu pantauan dilapangan, pengumuman di SMAN 1 Siantan berjalan tegang. Meski kepala Sekolah tahun kelulusan 100 persen, tetap tidak memberitahukan kepada siswanya sehingga para siswa yang dikumpulkan di halaman sekolah kelihatan tegang bahkan sebelum diumumkan ada yang mencucurkan air mata.
Situasi makin tegang ketika Kepala Sekolah SMA N 1 Siantan Edi Lendra mengatakan sepatah kata yang membuat siswa panik. “Bagi yang lulu kami ucapkan selamat, bagi yang tidak lulus saya ucapkan selamat untuk mengulang kembali semoga lebih serius di tahun berikutnya,” kata Edi di depan para siswa.
Siswa pun langsung berpelukan satu sama lain. Apalagi pembagian amplop pengumuman dilakukan secara acak sehingga setelah amplop dibuka, masing-masing siswa mencari keterangan kelulusan kepada teman lain. >> Sarma Haratua
