Menteri ESDM Baru Harus Lebih Tegas Renegosiasi Kontrak

Jakarta,(MR)

Renegosiasi atau pembahasan ulang kontrak tambang dinilai menjadi salah satu tugas berat yang harus menjadi prioritas untuk diselesaikan oleh Menteri energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang baru, Jero Wacik.

Tidak seperti pendahulu-nya, Jero diharapkan mampu tegas dalam merenegosiasi kontrak-kontrak pertambangan yang dinilai merugikan negara. “Renegoisasi kontrak tambang adalah salah satu tugas terberat bagi menteri yang baru. Jero Wacik harus bisa lebih tegas dan lihai dibandingkan penda-hulunya,” kata Ketua Presidium Masyarakat Pertambangan Indonesia (MPI) Herman Afif Kusumo dalam perbincangan dengan wartawan, Jumat pekan lalu.

Ia menilai yang dilakukan selama ini oleh Menteri ESDM terdahulu, Darwin Zahedy Saleh, bukan upaya renegosiasi tambang, melainkan hanya berkutat pada penataan admi-nistrasi sehingga belum mampu menyentuh persoalan royalti, sistem pertambangan, dan beragam isu krusial lainnya. “Upaya renegoisasi selama ini bisa dibilang hanya jalan di tempat,” tegas dia.

Jero sendiri menegaskan dirinya akan berjuang dengan keras agar sumber daya alam sektor energi dan mineral memberikan manfaat yang lebih besar kepada negara dan rakyat Indonesia. “Orang-orang yang bergerak di ESDM di Indonesia, termasuk orang asing yang mengeksplorasi di Indonesia, mereka itu kaya dari bumi Indonesia. Jadi, janganlah terlalu banyak ngakal-ngakali. Seba-gian dari keuntungannya dikembalikan ke negeri ini,” tegas dia.

Dia mengatakan memben-tuk tim untuk menegosiasi lagi kontrak karya pertambangan dan migas agar memberikan kemakmuran yang besar kepada negara dan rakyat. “Para pengu-saha tidak akan miskin. Mereka yang bergerak di bidang ESDM cuma untungnya berkurang,” ujarnya.

Mendukung hal tersebut, Herman mengusulkan dilaku-kannya penataan birokrasi ESDM dan pembentukan tim yang kuat yang terdiri dari berbagai elemen untuk melak-sanakan berbagai tugas.

Mengenai renegosiasi tam-bang, ia melanjutkan, Jero tidak hanya harus melanjutkan nego-siasi, namun dirinya juga harus pandai melobi perusahaan-perusahaan tambang. Khusus-nya, investor asing karena sela-ma ini proses renegosiasi tam-bang jalan ditempat. “Proses renegosiasi tambang itu kunci-nya lobi. Ini merupakan proses lobi untuk memperbaiki isi kontrak. Saya minta beliau tegas bukan radikal. Beliau harus tertibkan izin tambang, yang tidak benar diterminasi saja,” katanya. >> Tedy Sutisna

Related posts