Jombang, (MR)
Pemerintah Kabupaten Jombang bersama Kementrian Ketenagakerjaan RI menyelenggarakan Gelar Produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui Gerakan Pengurangan Pengangguran (Senin/3/8/15). Hal ini dilakukan dalam upaya mempercepat pengurangan pengangguran dan meningkatkan kemampuan masyarakat penganggur melalui berbagai kegiatan usaha produktif yang dapat memberikan pendapatan yang tetap sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan.
Disampaikan Heru Wijaya nto KadinSos Nakertrans Kabupaten Jombang bahwa sasaran kegiatan ini adalah untuk mengembangkan usaha bagi wirausaha potensial. Serta dengan mengembangkan dan menciptakan sentra sentra produk unggulan sebagai upaya pengembangan wirausaha produktif.
Sehingga dengan adanya kegiatan ini kedepan menurut Heru Wijayanto, akan mampu membangun kemitraan yang harmonis antara masing masing stakeholder kewirausahaan dan membuka kesempatan kerja mandiri melalui peningkatan iklim wirausaha di Kabupaten Jombang.
“Sehingga kedepan melalui kegiatan ini akan mampu menurunkan angka pengangguran melalui perluasan kesempatan kerja sektor informal,”Jelasnya di sela mendampingi Dirut Bina Penta Kementrian Ketenagakerjaan ketika membuka Gelar Produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Stadion Jombang kemarin.
Sementara itu Ir.Erna Noviati,M.si Direktur Pengembangan dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementrian Ketenaga Kerjaan RI menyampaikan apresiasi terhadap apa yang dilakukan oleh Pemkab Jombang tersebut. Karena menurutnya pengurangan pengangguran adalah tanggung jawab bersama.
Disela menyaksikan gelar pameran produk UKM, Erna Noviati menjelaskan bahwa penciptaan wirausaha merupakan salah satu solusi untuk menekan tingkat pengangguran yang terjadi saat ini. Pasalnya, selain menciptakan pekerjaan bagi diri sendiri, pelaku wirausaha juga dapat membuka kesempatan kerja bagi orang lain.
“Ukuran suatu negara bisa dikatakan maju jika jumlah wirausahawan mencapai 2% dari total jumlah penduduk. Namun wirausahawan di Indonesia saat ini baru mencapai 1,65 %. Padahal di Malaysia jumlah wirausahawan sudah 4% dan Thailand 7%,” kata Jelasnya. Oleh karena itu, untuk mengejar ketertinggalan itu, pemerintah menetapkan kebijakan-kebijakan dan program kerja untuk membangkitkan dan mengembangkan program wirausaha dengan menargetkan mencetak wirausahawan baru tahun ini. Erna Noviati juga mengungkapkan dengan semangat kewirausahaan yang inovatif, kreatif, dan berdaya saing, para pelaku wirausaha ini menjadi ujung tombak sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.
“Maka dari itu, dalam menghadapi tantangan dan permasalahan ketenagakerjaan tersebut ada sembilan program yang dilakukan. Yakni, penguatan perencanaan tenaga kerja nasional, percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja, percepatan sertifikasi profesi, perluasan kesempatan kerja formal,”tuturnya.
Selain itu, program lainnya adalah penguatan wirausaha produktif, penciptaan hubungan industrial yang sehat dan produktif, penegakan hukum ketenagakerjaan, peningkatan perlindungan pekerja migran dan pelayanan ketenagakerjaan yang sederhana, transparan dan akuntabel.
Dalam gelar pameran produk UMKM yang digelar bertepatan dengan agenda Muktamar Nu Ke 33 tersebut, ramai pengunjung. Ada sekitar 28 stand binaan kementrian Naker RI dan 2 stand binaan Dekranasda kabupaten Jombang yang turut berpartisipasi. Berbagai produk kerajinan dipamerkan. Diantaranya Batik Jombangan Ringin Contong dengan aneka warna serta kerajinan ukir dari limba kayu, limba kaca, manik manik dan lain-lain. >>Sabit/Hms
