Natuna, (MR)
Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengusulkan Kabupaten Karimun masuk zona KEK. Saat mengikuti, rapat Dewan Kawasan PBPB Batam yang dipimpin Menko Perekonomian, Darmin Nasution di Ruang Mahakam, Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, beberapa waktu lalu. Dari 9 Pulau yang diusulkan, Kabupaten Karimun dan Bintan menjadi Prioritas.
Pengembangan kawasan pelabuhan dan perdagangan bebas seperti Batam diperluas ke Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Bintan dan Karimum.
Pengajuan itu disampaikan Nurdin dalam rapat Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (DK-PBPB) Batam di Kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta.
“Pengembangan, Bintan dan Karimun juga diharapkan dapat menjadi Kawasan Ekonomi Khusus seperti Batam, akan meningkatkan pertumbuhan investasi, dan ekonomi, hingga berdampak pada kesejahteraan rakyat,” ujar Nurdin.
Rapat DK-PBPB Batam ini juga dihadiri Menkumham Yasonna Laoly, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Jalil, Kepala BKPM Thomas Lembong, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, dan Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad.langsir dari salah media.
Dalam kesempatan itu, Nurdin secara Khusus juga menyampaikan dokumen rencana pengembangan KEK Karimun, termasuk sejumlah pulau yang diusulkan, seperti Pulau Durian Kecil, Pulau Asam, Pulau Parit, Pulau Lumut, Pulau Mudu, Pulau Kundur dan Pulau Papan.
“Selain Batam, kita juga menginginkan daerah lain di Kepri, seperti Bintan dan Karimun, agar cepat tumbuh dan berkembang serta saling dukung satu sama lain. Dan Setiap kebijakan yang dihasilkan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” sebut Nurdin.
Sebab, tambah mantan Bupati Karimun ini, dengan perubahan kawasan kawasan di Kepri, akan ada peningkatan investasi, yang tentunya mendorong dengan cepat realisasi pertumbuhan ekonomi.
“Selain membicarakan program dan Progress Kawasan Batam, kita juga menharapkan DK-BPBP Batam Pusat ?dapat mengembangakan Kawasan FTZ Bintan dan Karimun,” ungkapnya.Pengajuan Gubernur Kepri, tidak memasukkan Natuna sebagai zona KEK, dinilai mencederai hati rakyat Natuna.
.Seharusnya,dengan adanya perhatian Pemerintah Pusat,terhadap Natuna, sudah semestinya, Gubernur mendukungnya, agar sejalan.”Jika hanya Karimun dan Bintan yang di Prioritaskan, program Pemerintah Pusat,ke Natuna, tidak sejalan dengan Gubernur. Hal itu di katakan Ketua DPRD Natuna Yusripandi saat dimintai komentarnya terkait zona KEK.
Menurutnya, untuk Kawasan Ekonomi Khusus, Yusripandi berjanji, akan mendorong Pemkab Natuna, untuk bersama sama, menyampaikan , persoalan ini, kepada Pemerintah Pusat .
Sebenarnya , masih banyak yang mau Kita sampaikan. Terkait pengembangan pembangunan di Natuna. Jika benar Gubernur Kepri, hanya memprioritaskan Karimun Dan Bintan, Berarti Pusat dan Daerah tidak sinkron,, lagi.
Nanti akan kita tanyakan apa alasan gubernur, hanya mengusulkan Karimun dan Bintan. Menjadi prioritas Ucap Yusripandi.
Menanggapi polemik ditengah masyarakat, Gubernur Kepri Nurdin Basirun meminta masyarakat Natuna tidak salah paham. Semua, sudah di usulkan. Kabupaten, Natuna masuk usulan kawasan ekonomi khusus pariwisata.
Mohon doanya,agar apa yang telah Kita usulkan ,segera direalisasikan oleh, Pemerintah Pusat. Mengapa Kabupaten Bintan dan Karimun , diprioritaskan?, karena dua Kabupaten Kota itu, fasilitas infratukturnya sudah memadai ungkapnya. Itulah yang menjadi alasannya.
Jadi Saya harap masyarakat jangan berprasangka buruk. Mari Kita doakan agar semua berjalan cepat dan lancar, sehingga apa yang Kita cita citakan dapat terkabul.ucap Nurdin saat melakukan kunjungan kerja ke Natuna kepada sejumlah wartawan tgl 07/03, di rumah makan Sisir Basisir
Namun peryataan orang no satu di Kepri ini, perlu ditelusuri kebenarannya.Apakah Natuna telah masuk dalam usulan,zona Kawasan Ekonomi Khusus pariwisata,atau tidak, untuk itu Pemkab Natuna bersama DPRD, dan seluruh lapisan masyarakat, harus saling bahu membahu, guna mewujudkan perkembangan wisata, dan sektor lainnya, untuk mempercepat roda pembangunan, dan perekonomian masyarakat agar lebih bai. >>Roy
