Kunjungan sejumlah Menteri Dihujani Sejumlah Pertayaan

Natuna, (MR)
Kunjungaan sehari ,sejumlah menteri era Jokiwi, ke Natyna di hujani sejumlah pertanyaan. Hal itu di ungkapkan Raja penni, selaku ketua GOA, kepada Menko Polhukam, di gedung sriserindit tgl 08/03. Ia meminta, kejelasan bagaimana cara masyarakat, agar tidak takut terhadap banyaknya sosok TNI yang belakangan ini hadir di Natuna.

Kita ingin kekhawatiran itu bisa hilang .Selain itu, Ia juga mwminta kemudahan bagi putra daerah untuk untuk masuk TNI. Disamping itu, Supaya perekrutan Al, bisa di lakukan di Natuna tidak di Tanjung pinang karena memakan biaya besar.

Terkait wacana pembangunan Lapas diminta secepatnya dilakukan. Tetapi jangan lapas kelas kakap. Kadihan masyarakat jika tersangkut masalah, jauh jauh ke tanjung Pinang. Kemudian Sinergi tas, pembangunan sektor wisata Natuna, sebab Natuna di jadikan Pangkalan militer. Apakah ini tidak akan menghambat ucapanya.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Natuna, Ibnu hajar, mengaku sudah beberapa kalu mendapat hiburqn dari Pemerintah Pusat. Sebelumnya Pemerintah Pusat oernah mencanqngkqn gerakan Nusantara satu. Tentang pemberian bibit tanaman.tapi p4ogram ini tak terealisasi.

Kemudian di era Menristek, Natuna bakal di jadikan Hongkong kedua, oleh Bj Habibi. Tapi hanya kantor saja yang ada.semua tak terealisasi. BP3N. Yang ketika masalah gerbangdutas.Gerakan pembangunan Terpadu Perbatasan. Yang kami lihat belum ada perkembangan ekonomi.

Perlu diketahui, Sudah banyak anak kami yang sarjana, tapi tak ada lowongan kerja, tamat sekolah jadi honor, kalau tak bisa jadi nelayan. Oleh karena itu, Kami meminta kepada para Menteri yang hadir saat ini, Jangan hanya hamkam saja yang di perkuat tapi ekonomi perlu.

Menanggapi persoalan di atas Wakasal mengatakan, Masalah TNI saya rasa bersama membangun Natuna. Terkait penerimaan calon TNI, kami memberikan dispensasi Kusus putra putri daerah. Memang dispensasi, itu tidak mengurangi apa yang biasa dilakukan. Kalau untuk Al, masih di tempatkan di Tanjung pinang karena prasarana masih ada di sana.

Sementara itu, menteri Dalam Negeri, Cahyo Kumolo, menerangkan soal adanya wacana Pemwrintah Pusat untuk membangun lapas bagi penjahat kelas kakap. Ia menerangkan, Masalah lapas ada upaya peningkatan lapas di seluruh daerah. Karena lapas yang ada saat ini sudah oper kapasitas.Yang terjadi saat ini para narapidana dari berbagai kejahatan dicampur.

Hal itu semakin menyulitkan Kita untuk melakukan pembinaan. Mereka yang sebelumnya tidak terinfeksi Narkoba dan teroris, karena gabung menjadi ikut ikutan. Memqng ada rencana mau di bangun di Natuna, tapi masih sebatas wacana. Sementara Maluku sudah siap memberikan 2 pulau dengan luas lahan 200 Ha.

Wiranto juga meminta masyarakat jangan terlalu risau atas kehadiran, TNI di Natuna dengan banyaknya TNI di Natuna, maka Saya jamin kenyamanan para wisatawan dan investor di Natuna dan tidak ada benturan dari TNI, Sebab sudah terjamin. Natuna seharusnya bangga, karena terpilih menjadi Pangkalan pertahanan. Dengan demikian, sudah pasti banyak pembangunan.

Diluar negeri pun, yang namanya pangkalan pasti maju.jadi jangan kwatir, Presiden Sudah memanggil Gubernur untuk meminta, apa saja yang jadi prioritas pembangunan. Kepada Pemkab, Kami minta buat anggaran skala prioritas, ajukan kepada kementerian terkait. Tapi harus jelas dan bisa dilaksanakan, ucap Wiranto

Sementara menkomimfo, mengaku jika jaringan telpon lagi ada masalah. Saat ini penggunaan, seluler masih pakai satelit, dan masih dioperasikan Telkomsel, sehingga oreantasinya bisnis. Makanya pemerintah sekarang ini sedang melakukan pemembangun Palapa Ring.

Proyek ini baru selesai 60 persen mudah mudahan pertengahan tahun 2018 sudah beroperasi. Jika itu sudah akrif, pelayanan sama dengan Batam. Natuna ini diibaratkan sebagai kapal induknya Provinsi Kepri. Sekali lagi wiranto mengingatkan, Tolong direncanakan program baru dengan anggaran yang jelas. Dan harus bisa memastikan pelaksanaan anggaran itu. Tidak lupa juga Wiranto memberikan bantuan HP, GPS, terhadap perangkat desa dan kelompok nelayan. >>Roy

Related posts