Ternate, (MR)
Laboratorium Utama Pengendalian Hayati (LUPH) yang berdomisili di Kelurahan Fitu Kota Ternate adalah UPT Pusat Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian yang merupakan salah satu perangkat laboratorium hayati BBPTP Ambon, diberikan tanggungjawab sebagai perangkat perlindungan tanaman perkebunan. Selain itu kegiatan di bidang perbenihan, untuk melestarikan plasma nutfah dan mengawasi serta memantau penggunaan benih unggul bermutu.
Kepala LUPH Muhamad Habib, SP., menjelaskan sampai tahun 2017 ini LUPH telah sukses melakukan uji laboratorium dua komoditi unggulan lokal yaitu cendawan trikoderma asal Maluku Utara, Trikoderma Tidore dan Galela. Di samping itu sudah ditemukan jamur B auferia strein asal Ternate.
Trikoderma yang pertama untuk menekan penyakit busuk buah pada tanaman pala, sedangkan yang kedua adalah untuk menekan hama PBK pada tanaman kakao. Menurut Habib, masa pengujian disesuaikan dengan masa panen, karena tanaman yang diuji adalah tanaman musiman.
Di samping itu, laboratorium ini juga membangu balai besar (BBPPTP) Ambon, yang kaitannya dengan pelestarian plasma nufta di Maluku Utara. Menurutnya plasma nufta di Maluku Utara perlu dipertahankan misalnya lemon topo, bawang topo dan tanaman pala.
Selanjutnya menurut kepala LUPH Ternate Muhammad Habib, juga menjelaskan melalui visi “menjadikan laboratorium yang profesional dalam pelayanan kepada masyarakat di bidang pembenihan dan proteksi tanaman perkebunan.” Dari visi tersebut, dijabarkan missi LUPH diantaranya : menginventarisir APH golongan jamur spesies lokal / MA dan bahan pengendali lain dengan mengadakan eksplorasi dan identifikasi, mengembangkan metode APH golongan jamur di tingkat laboratorium, melakukan pengujian terhadap berbagai jenis APH/MA dan pengendali lain terhadap OPT tanaman perkebunan pada tingkat laboratorium serta melakukan uji kualitas kontrol terhadap berbagai jenis APH MA. >>Ateng
