KOTAMOBAGU, MR – Selasa 11 Agustus 2026 tragedi drag race yang merenggut korban jiwa dan melukai sejumlah penonton di Kotamobagu mulai dibongkar secara ilmiah.
Referensi Geografis
Tim gabungan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Utara, Polres Kotamobagu, dan Korlantas Polri menerjunkan tim khusus Traffic Accident Analysis (TTraffic Accident Analysis (TAA) untuk merekonstruksi secara detail detik-detik kendaraan balap keluar jalur hingga menghantam kerumunan penonton.
Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menggunakan teknologi dan peralatan khusus milik Korlantas Polri yang didatangkan langsung dari Jakarta.
Bukan sekadar mengukur dan memotret lokasi kejadian, metode TAA digunakan untuk merekonstruksi rangkaian kecelakaan secara tiga dimensi (3D), mulai dari posisi kendaraan sebelum insiden, pergerakan saat kecelakaan, hingga titik akhir kendaraan setelah menghantam area penonton.
Dirlantas Polda Sulut Kombes Pol. Yudi Kristanto, S.I.K., mengatakan metode tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran objektif mengenai penyebab dan dinamika kecelakaan.
“Penggunaan metode TAA ini dilakukan secara ilmiah untuk mengolah dan merekonstruksi kejadian dalam bentuk visual tiga dimensi. Melalui metode ini, kita nantinya dapat mengetahui secara pasti berapa laju dan kecepatan kendaraan saat memasuki area finish,” ujar Yudi Kristanto.
Dengan teknologi tersebut, penyidik akan mencocokkan berbagai data di lapangan untuk mengetahui bagaimana kendaraan bergerak setelah melewati garis finish hingga akhirnya masuk ke area penonton.
Proses perekaman dan pengolahan data di lokasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 24 hingga 48 jam.
Hasil analisis TAA nantinya menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian penyelidikan untuk mengungkap secara terang penyebab kecelakaan, termasuk faktor teknis maupun kondisi lintasan yang berkaitan dengan insiden tersebut.
5–6 Saksi Sudah Diperiksa
Di sisi lain, penyidikan oleh Satreskrim Polres Kotamobagu terus berjalan. Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., mengatakan pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan maupun insiden tersebut.
Referensi Geografis
Sejauh ini, sekitar lima hingga enam orang telah dimintai keterangan.
“Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap panitia penyelenggara maupun pihak pembalap. Ada sekitar lima atau enam orang yang sudah dimintai keterangan untuk melengkapi bahan penyelidikan,” ungkap Abdul Kholik.
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya polisi menyusun rangkaian peristiwa secara utuh, sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.
Sementara itu, kondisi pengemudi kendaraan yang terlibat kecelakaan juga menjadi perhatian penyidik. Pengemudi telah menjalani pemeriksaan awal, namun kemudian dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Pengemudi sudah kita periksa. Namun karena kondisi kesehatan, yang bersangkutan dirujuk ke Manado untuk penanganan medis lanjutan. Kami tetap mengedepankan aspek kemanusiaan serta asas praduga tak bersalah. Belum ada penetapan tersangka karena seluruh proses penyelidikan masih berjalan,” tegas Kapolres.
Balapan Berlangsung Empat Hari, Tragedi Terjadi di Hari Penutupan
Kejuaraan balap tersebut diketahui berlangsung sebuah kendaraan balap yang baru saja melewati garis finish mengalami insiden dan melaju ke arah area penonton.
Dugaan awal, kendaraan mengalami kendala teknis atau kehilangan kendali (lost control) sehingga tidak dapat berhenti secara sempurna setelah melewati garis finish.
Kendaraan kemudian keluar dari jalur dan menghantam barisan penonton yang berada di sekitar area lintasan, hal tersebut memicu dan berakibat meninggalkan duka.
Kecepatan kendaraan, arah pergerakan, posisi kendaraan, hingga titik benturan menjadi bagian dari data yang akan dianalisis penyidik.
Selain faktor teknis kecelakaan, aspek penyelenggaraan kegiatan juga menjadi bagian dari proses penyelidikan.
Kapolres Kotamobagu menegaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan sementara, seluruh proses perizinan kegiatan telah ditempuh sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku.
Polisi memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan profesional untuk mencari fakta berdasarkan bukti.
Teknologi TAA yang diterjunkan Korlantas Polri pun diharapkan menjadi kunci untuk menjawab satu pertanyaan utama: apa sebenarnya yang terjadi dalam hitungan detik setelah mobil balap melewati garis finish hingga akhirnya menerobos area penonton?
Jawaban atas pertanyaan itu kini tengah diburu melalui bukti-bukti ilmiah di lokasi kejadian. (Neni)

