Jaring Asmara di Desa Terpencil

Natuna,(MR)

SUARA deru mesin speed cepat Pemda Natuna, sangat keras. Beratnya muatan, ditam-bah jumlah penumpang agak banyak, membuat laju kapal tidak berfungsi dengan mak-simal. Jarak tempuh ke Keca-matan Pulau laut seharusnya 3 jam, kini jadi 4 jam. Alunan gelombang dari sejak berangkat, membuat sebahagian penum-pang mabuk laut. Kendati demikian, seluruh rombongan akhirnya sampai juga ditempat tujuan.

Sambutan hangat oleh warga Pulau laut-pun sangat terasa. Meski  sederhana, na-mun rasa khas kekeluargaannya sangat kental, Wakil Bupati natuna Imalko S.sos didampingi Ketua komisi I DPRD Natuna Welmi, berjalan dari pelabuhan. Disepanjang pelantar pelabu-han, dengan jarak satu kilometer, mereka sangat serius. Sesekali mereka menyapa warga yang bermukim disepanjang jalan Pelantar kayu.

Kondisi  jalan sangat mem-prihatinkan.  Akses pelabuhan untuk tambatan perahu ini, sudah mengalami kerusakan parah. Jika tidak hati-hati bisa jadi memakan korban. Oleh karena itu perlu perhatian serius dari Pemerintah Daerah. Tiba ditempat tujuan tarian sekapur sirihpun dipersembahkan, sebagaimana adat melayu, jika menyambut tamu. Tepat jam 20,00 WIB, wargapun ber-bondong-bondong datang ke gedung pertemuan. Rupanya malam itu, ada acara untuk menjaring Aspirasi masyarakat. Dalam acara tersebut, Camat  Pulau Laut Tabarani, dengan tegas mempertanyakan kepada Wakil Bupati dan Ketua Komisi I DPRD Natuna, terkait minim-nya prasarana pembangunan infrastruktur di Kecamatan Pulau Laut.

Dalam Sambutannya, Camat Pulau laut, Tabarani menga-takan, dengan adanya Kunju-ngan Kerja Wakil Bupati Natuna, didampingi Ketua Komisi I DPRD Natuna, kami masyarakat Pulau laut, dapat mendengarkan penjelasan, kenapa Kecamatan Pulau laut kurang diperhatikan. Beberapa infrastruktur pital, yang kami ajukan untuk diperbaiki, dari tahun ketahun, musrenbangdes sampai ke Musrenbang Kabu-paten dan Provinsi  tidak per-nah terealisasi.

Terusterang, kami bagai dianak tirikan. sudah 13 tahun jadi kabupaten lampu listrik saja senin kamis. Artinya penera-ngan di Kecamatan Pulau Laut hanya 5-6 jam saja. Pada hal Pulau laut merupakan penyum-bang Migas Natuna. Perlu Bapak ketahui, hampir 50 persen warga Pulau laut eksodus ke Malasya dan Singapura. Kami tidak mengancam, Cuma takut jika daerah kita ini diambil mereka. di Malasya, warga Pulau laut, ada yang jadi Pejabat Pemerintahan, paparnya.

Kami heran setiap kali ada kunjungan pejabat daerah maupun Pusat dan Provinsi, selalu memberikan janji dan harapan kepada Masyarakat. Namun kenyataannya, hingga  saat ini satupun tidak ter-akomodir, tegas Putra tempatan ini. Untuk itu dalam kunjungan kerja Wakil Bupati Natuna yang pertama kali ini, kami ingin mendengarkan penjelasan. Kami tahu Bapak belum genap 1 tahun untuk menjabat sebagai Pemimpin daerah, Namun demi-kian sebagai pilihan masyarakat, pasti berjuang memberikan hal terbaik, inilah harapan kami.

Tahun 2011 lalu, Gubernur Kepri pernah berjanji akan memplot dana provinsi 20 M, untuk pembangunan, tempat bersandar Pelabuhan Perintis, meski hanya sedikit, nanti akan ditambah lagi, kata HM.Sani saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Terluar. Namun janji orang no one di kepri itu bak aroma bunga sedap malam, sampai kini belum ada tanda-tanda anggaran yang telah dijanjikan Gubernur turun.

Menanggapi hal tersebut diatas, Ketua Komisi I Welmi, di daulat memberikan sambutan terlebih dulu mengatakan, terimakasihnya terhadap kunju-ngan kerja Wakil Bupati Natuna. Dengan adanya kunjungan ini, Imalko dapat melihat kondisi pembangunan di Pulau laut secara nyata. Perlu masyarakat ketahui. Kedatangan beliau, memang khusus untuk ini. Jadi saya harap jika ada mau diutarakan kepada Wakil Bupati, tolong dibicarakan dengan pelan dan tenang.

Untuk tahun ini, Welmi mengakui, ada pengalihan dana infrastruktur kepada perenca-naan. Sebab, jika mengharapkan dana APBD maka pembangu-nan infrastruktur di Kecamatan Pulau laut, akan lambat. oleh karena itu, dengan adanya program BNPP, maka dana dari Pemerintah Pusat akan segera kita ambil. caranya, dengan membuat  Perencanaan pemba-ngunan infrastruktur terlebih dulu. Tampa DID, Pemerintah Pusat takkan mau menurunkan dana. Saya harap masyarakat jangan salah paham, bukan berarti kita pangkas, tapi kita alihkan, agar 2013, bisa diker-jakan terang Welmi. Kadang DID sudah ada, mereka tolak dengan alasan belum sem-purna.

Wakil Bupati natuna Imalko S.sos dalam sambutannya, mengatakan, seperti yang dika-takan rekan Saya, (Welmi-red) kedatangan kami kesini untuk melihat secara langsung kon-disi pembangunan diPulau laut, sekaligus mendengarkan kelu-han dari masyarakat. Dari penu-turan Camat Pulau laut, Saya sudah tanggap, dan segera membawa persoalan ini kepada Pemerintah untuk di bahas sesegera mungkin. Apalagi sudah ada 2 korban jatuh, gara-gara jalan pelantar sudah rusak. Kita akan usulkan karena Pemkab memiliki dana tanggap darurat.

Usai memberikan sambutan, kini masyarakat dipersilahkan untuk memberi pertanyaan. Jainal, Kepsek SMA I Pulau laut, meminta agar adanya dukungan penuh dari Peme-rintah terkait peningkatan pendidikan di Pulau laut. Dari dulu pihak sekolah sudah kekurangan Ruangan, dari 2 RKB yang kita usulkan tahun ini belum dapat direalisasikan. Sementara pihak sekolah sudah dilakukan Pematangan lahan.

Pertanyaan Kepsek ini dijawab ringkas oleh Welmi. Menurutnya, semua proyek yang diajukan di Musrenbang, kadang kala tidak semua dapat terkaper. Karena ada beberapa pembangunan yang harus lebih dulu direalisasikan. Terkait sudah dilakukan pematangan lahan untuk membangun 2 unit RKB, itu tidak masalah, namun untuk tahun 2013 akan kita usahakan. Dari sejumlah masyarakat meminta, agar Peme-rintah mengutamakan pemba-ngunan Pelabuhan Perintis dan Pelabuhan  nelayan, yang mana bangunannya sudah sangat memprihatinkan. Listrik juga, hanya 5-6 jam hidup.

Menanggapi hal itu Imalko sebagai Wabub Natuna, berjanji akan, membawa persoalan ini ke Pemkab Natuna untuk dibahas dengan segera. Seperti yang telah saya katakan tadi, menge-nai pelabuhan, nanti akan kita usahakan memakai dana bencana. Sebab sudah 2 orang jadi korban jatuh karena jalan pelantar ambruk. Kita tidak menginginkan adanya korban jiwa papar Imalko.

Kunjungan kerja selama 3 hari itu, Wabub Natuna juga mengunjungi Pulau terluar, Takni Pulau sekatung. Dengan memakai perahu kecil rombo-ngan mengarungi lautan luas. Bahkan tidak lupa pula Wabub bersama rombongan mengunju-ngi Kebun Jeruk milik warga seluas 12 H, dan beberapa bulan kedepan sudah siap panen. >> Roy

 

Related posts