Penganiayaan yang dialami Rahmat Saleh (21) warga Desa Gunung Raja Kecamatan Limau Barat Kabupaten Muara Enim, oleh tersangka Rico Ceper CS Warga Simpang Penimur Kelu-rahan Pati Galung Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabu-mulih, Minggu sore (01/01) di Jl.Jendral Sudirman tepatnya berada di Simpang Empat Bawah Kemang Kelurahan Prabumulih Barat yang seka-rang telah dilaporkan kepada pihak kepolisian Resort Prabu-mulih (02/01) setelah mendapat perawatan jalan dari RS AR Bunda Prabumulih.
Kepada Media Rakyat kerabat korban mengungkap-kan bahwasnnya mereka telah melaporkan kejadian pengania-yaan tersebut, namun sampai saat ini (rabu (04/01)) belum ada tanda-tanda terlapor akan proses ataupun di tangkap, karena saksi mata yang melihat belum juga di panggil.
Kasat Reskrim Polres Prabumulih saat dihubungi Media Rakyat via ponsel de-ngan jalur SMS setelah mende-ngar keluhan keluarga korban “Pak ini Alex dari Harian Media Rakyat Jakarta, sekedar berta-nya gimana perkembangan terakhir soal pasal 351 dengan pelapor Rahmad Saleh dan terlapor Rico CS” di jawab Kasat Reskrim “Baru dilaksanakan pemanggilan saksi-saksi” Media Rakyat Bertanya “bera-pa saksi akan atau sudah di panggil”, kasat reskrim menja-wab “ Yang akan di panggil saksi korban (Rahmad Saleh, red) yang melihat saksi dari tersangka (?)”, Media Rakyat “Berapa lama proses pemanggi-lan saksi?, dan kapan proses penangkapan?, yang sering kami pantau biasannya polisi Prabumulih dalam menangani kasus 351 atau 353 tidak melaku-kan pemanggilan terhadap tersangka terlebih dahulu, apakah dalam kasus ini ada pengecualian ?. kasat reskrim “ Pemanggilan TSK terakhir setelah saksi-saksi dan bukti-bukti di kumpulkan, waktunya di sesuaikan dari pemanggilan saksi-saksi.
Berdasarkan berbagai sum-ber yang menyaksikan, kejadian tersebut bermula ketika korban dan kekasihnya MS (nama di inisialkan) jalan-jalan sore dan ketika berada di depan kantor Pertamina EP Region Sumatera, korban sempat berpapasan dengan terlapor Rico CS, namun ketika itu korban dan kekasihnya itu tidak menaruh curiga apapun terhadap terlapor karena memang dirasa tidak adanya permasalahan dengan terlapor sebelumnya, namun naas bagi korban setelah mengantarkan MS pulang kerumah yang berada di kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara, sepulangnya dari rumah MS, Saleh dan dua temannya rupanya sudah ditunggu oleh kelompok Riko CS yang berjum-lahkan sekitar 20 orang.
Melihat saleh dan dua temannya hendak pulang, rico Cs dan temannya langsung menghampiri saleh yang kebe-tulan sedang mangkal di Depan pertamina menunggu temannya yang lain satu kampung untuk pulang bersama ke desa gunung, namun tiba-tiba rico caper langsung menghampiri saleh, dan berucap kamu orang kemarin ya “ kau wong kemaren yo” sembari menghantamkan bogem mentahnya ke muka saleh, seketika itu puluhan teman rico langsung membabi buta menghajar Saleh.
Teman saleh RD (nama samaran) melihat kejadian itu langsung mendekati kerumu-nan bermaksud melerai, namun naas juga bagi RD bukannya berhasil menyela-matkan temannnya, namun ia pun terkena hajaran bogem mentah dari pasukan Rico CS, sementara AR (nama disamar-kan) teman salah yang satunya lagi melihat kejadian tersebut tidak berani berbuat apa-apa karena takut.
Mungkin kemalangan belum sampai kepada puncak-nya, setelah beberapa menit pengeroyokan tersebut baik Saleh maupun RD berhasil lepas dari cekalan tangan terlapor, dan dilihat Saleh bahwasannya terlapor sempat mencabut pisau dan mungkin bermaksud hendak menusukannya kepada Saleh, sontak saja Saleh berlari terbirit-birit menuju pos secu-rity terdekat, diduga melihat Saleh telah berada di pos security tersebut, pasukan Rico ceper pergi. >> Alex Effendi

