Prabumulih, (MR)
SEKITAR dua ratus massa dari Enam LSM Gabungan yang menamakan diri Forum Peduli Pengangguran Prabumulih (FPP) yakni gabungan dari Gerakan Suara Rakyat (GUSUR), Tugu Jaya Bersatu (TJB), Ikatan Masyarakat Prabumulih Bersatu (IMPB), dan Gerakan Masyarakat Untuk Perubahan (GEMPUR), Lembaga Pembangunan dan Penyelamat Asat Daerah (LPPAD), serta satu lagi LSM yang mengatas namakan Wartawan yakni Ikatan Wartawan Prabumulih (IWAP) mendatangi kantor PT.Pertamina Gas yang berlokasi disebelah Kantor PT.Pertamina EF.Region Prabumulih, kemarin (26/6).
Adapun maksud dari aksi ini yakni menuntuk pihak perusahaan, agar dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat Prabumulih untuk menjadi karyawan di perusahaan tersebut. Berdasarkan pantauan, aksi massa dari LSM gabungan ini terlihat terkendali, tidak ada aksi anarkis dalam aksi kali ini.
Koordinator aksi Kiki Radito mengatakan mereka menuntut perusahaan untuk mau berkerja sama dengan mereka soal perekrutan tenaga kerja, karena menurut mereka warga asli Prabumulih juga butuh pekerjaan, karena saat ini masih banyak warga Prabumulih yang berstatus pengangguran, padahal diwilayah mereka terbentang halaman luas perkerjaan, yang ironisnya justru orang luar yang menjadi karyawan bukan asli Prabumulih.
Aksi ini berlangsung selama kurang lebih tiga jam, dan menemui kesepakatan bersama dengan PT.Pertamina Gas Arfa SBS, dengan isi kesepakatan bahwa pihak PT.Pertamina Gas akan mengkonfirmasikan dan melibatkan serta memberikan kesempatan kerja pada setiap lowongan di PT.Pertamina Gas Prabumulih dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama kepada FPP melalui pihak penyedia tenaga kerja dan akan di rekomendasikan oleh PT.pertamina Gas Prabumulih.
Sementara dari pihak keamanan dari kepolisian, Kapolres Prabumulih melalui Kabag Ops HT.Sianturi mengatakan, Mendapat tembusan tentang aksi tersebut, untuk mengantisipasi adanya aksi anarkis oleh pendemo Kapolres Prabumulih menurunkan 70 personil polisi gabungan dari 6 kecamatan se-Kota Prabumulih. >> Alex
